penyeranganFPIRizieqShihabkomnasham

Komnas HAM: Polisi Langgar HAM Terkait Tewasnya 4 Laskar FPI

Komnas HAM: Polisi Langgar HAM Terkait Tewasnya 4 Laskar FPI
Komnas HAM gelar konferensi pers soal penembakan 4 laskar FPI (Foto: antara)


Jakarta (Lampost.co) -- Komnas HAM menilai ada pelanggaran hak asasi yang dilakukan aparat kepolisian terkait tewasnya empat orang anggota laskar Front Pembela Islam (FPI) pada 27 November 2020. Sementara dua orang anggota laskar FPI yang tewas pada hari yang sama dianggap tewas akibat serempetan antara mobil polisi dan mobil laskar FPI.

"Terdapat enam orang meninggal dunia dalam duakonteks peristiwa yang berbeda," kata Komisioner Komnas HAM Choirul Anam saat menyimpulkan hasil investigasi peristiwa tewasnya enam laskar FPI di Kantor Komnas HAM Jakarta, Jumat, 8 Januari 2021.

Pada kesempatan tersebut, Komnas HAM mengungkapkan bukti-bukti yang diperoleh saat investigasi seperti temuan di lapangan, voice note, hingga screenshot CCTV. Komnas HAM pun juga melakukan pemeriksaan terhadap polisi, keluarga korban, pihak FPI, hingga saksi di lokasi. Baca juga :Kembangkan Kasus Eddy Rumpoko, KPK Geledah Ruangan Wali Kota Batu.

“Dari berbagai keterangan dan bukti, memang ada peristiwa pembuntutan terhadap Habib Rizieq oleh polisi pada saat itu. Dalam proses itu, ada enam orang laskar FPI yang tewas dalam dua konteks. Substansi konteksnya merupakan peristiwa saling serempet antarmobil dan saling serang antarpetugas dan laskar FPI, bahkan dengan menggunakan senjata api,” ujarnya.

Lebih lanjut, Anam menyebutkan, kepolisian harus bertanggung jawab atas pelanggaran HAM yang dilakukan terhadap empat orang anggota FPI tersebut karena saat itu berada dalam kekuasaan aparat negara. Sementara pernyataan polisi kalau mereka melakukan perlawanan merupakan klaim sepihak.

"Tidak ada data pembanding," ungkapnya.

Anam menyebutkan, Komnas HAM mendesak agar kasus tewasnya empat anggota FPI ini dibawa ke mekanisme hukum melalui pengadilan. “Sehingga nantinya akan didapat keterangan utuh bagaimana kasus ini terjadi,” tegasnya.

EDITOR

Winarko

loading...




Komentar


Berita Terkait