#pemerasan#beritatubaba#beritalampung#komnasanak

Komnas Anak Pastikan Kasus Ketua LPA Tubaba Tak Berkaitan dengan Anak

( kata)
Komnas Anak Pastikan Kasus Ketua LPA Tubaba Tak Berkaitan dengan Anak
Korban bersama istri saat melapor kasus pemerasan ke Polda Lampung. Foto: Dok


Panaragan (Lampost.co): Ketua Komisi Nasional Perlindungan Anak (Komnas PA) Jakarta Arist Merdeka Sirait akan menurunkan tim untuk memastikan pelapor mantan ketua Lembaga Perlindungan Anak (LPA) Tubaba Elia Sunarto atas kasus pemerasan, tidak terkait pelanggaran hak-hak anak.

 

"Jika si pelaku melakukan pemerasan terhadap pelaku praktik asusila dan korbannya anak-anak, maka ada hubungannya dengan Komnas Anak. Untuk itu kita ingin minta kejelasan terhadap kasus ini," kata Arist Merdeka Sirait, Minggu, 12 Januari 2020.

Dengan menurunkan tim tersebut, pihaknya memastikan bahwa korban dari terlapor adalah dewasa atau anak-anak.

"Perlu diketahui bahwa Komnas Perlindungan Anak sejak didirikan pada 1998 sangat tegas untuk melindungi anak-anak yang menjadi korban kejahatan seksual. Bukan berarti korban seksual dewasa itu tidak penting, tetapi Komnas Anak sejak didirikan itu secara pasti tidak ada toleransi terhadap predator predator kejahatan seksual terhadap anak," kata Arist.

Sebelumnya Elia Sunarto, aktivis perlindungan anak Kabupaten Tubaba tertangkap basah diduga sedang melakukan pemerasan terhadap korbannya, TGM, 47, warga Margomulyo, Tumijajar. Pelaku menuduh TGM telah melakukan persetubuhan dengan seorang wanita asal Bandarjaya, Lampung Tengah, berinisial, SIN, 27.

Atas dasar tersebut, pelaku yang mengaku aktivis perlindungan anak pada 4 Desember 2019 datang ke rumah TGM meminta uang Rp50 juta. Namun, TGM tidak memiliki uang dan pelaku memaksa menyita mobil Toyota Kijang Rover milik TGM. Mobil tersebut dihargai pelaku Rp23 juta sedangkan sisanya Rp27 juta diminta untuk dipenuhi secepatnya.

"Karena menagih sisa Rp27 juta, pelaku sempat datang lagi ke korban pada 4 Januari 2020. Tapi, korban hanya menyanggupi Rp5 juta dan pelaku menolak dan tetap dengan keinginan awalnya harus penuh Rp50 juta," ujar Mega, istri korban.

EDITOR

Adi Sunaryo

loading...




Komentar


Berita Terkait