#lampungtengah

Komisi IV DPRD Lamteng dan RSUD Demang Sepulauraya Awasi Program 2022

Komisi IV DPRD Lamteng dan RSUD Demang Sepulauraya Awasi Program 2022
Komisi IV DPRD Lampung Tengah melaksanakan Rapat Dengar Pendapat (RDP) dan Direktur Rumah Sakit Umum Daerah Demang Sepulauraya, membahas program kegiatan di tahun 2022 di kantor DPRD Lamteng, Senin, 7/2/2022. (Foto: Lampost.co/Raeza Handanny Agustira


Lampung Tengah (Lampost) -- Komisi IV DPRD Lampung Tengah melaksanakan Rapat Dengar Pendapat (RDP) bersama Direktur Rumah Sakit Umum Daerah Demang Sepulauraya, membahas program kegiatan di tahun 2022. 

Anggaran RSUD Demang Sepulauraya tahun 2022 mencapai Rp18,6 miliar lebih, termasuk Rp11,2 miliar dari Dana Alokasi Khusus (DAK). Selain itu, anggaran yang bersumber dari BLUD di asumsi targetnya sebesar Rp43 Miliar. 

Anggaran tersebut dibagi dalam tiga program, yakni penunjang urusan pemerintah daerah/kota sebesar Rp5,9 miliar lebih, lalu program pemenuhan upaya kesehatan perorangan masyarakat Rp12,6 miliar lebih, dan penyediaan faskes pelayanan UKM dan UKP daerah/ kota Rp12,4 miliar lebih. Layanan kesehatan UKM dan UKP rujukan Kabupaten Rp100 juta lebih. 

Untuk belanja operasional dan modal sebesar Rp31 miliar lebih. Rencananya, untuk pegawai Rp3 Miliar lebih dan belanja barang dan jasa Rp27 miliar lebih. Jumlah pegawai di rumah sakit setempat sebanyak 534 orang dengan jumlah ASN sebanyak 229 dan nonASN 305 orang. 

"Ini awal RDP kami setelah terjadinya Rolling AKD. Hari ini kami panggil mitra kerja RSUD Demang Sepulauraya. Kami mendengarkan paparan rencana kerja, tadi berkembang penanganan covid dan DBD yang harus ditangani secara serius," kata Ketua Komisi IV DPRD Lamteng, M Saleh Mukadam di Kantor DPRD Lamteng, Senin, 7 Februari 2022. 

Dari total anggaran yang ada di RSUD Demang Sepulauraya tahun 2022, terdapat Rp18 miliar lebih termasuk DAK di dalamnya. Selain itu, asumsi BLUD Rp43 miliar. Anggaran tersebut nantinya diawasi secara ketat oleh Komisi IV. 

"Dari anggaran yang ada di RSUD, kami akan melakukan pengawasan secara ketat, supaya perjalanan program dan anggaran dapat berjalan dengan maksimal. Anggaran yang ada di mereka digunakan untuk belanja langsung dan tidak langsung. Semua sudah terperinci, yang disampaikan direktur rumah sakit," terang Mukadam.

Sementara direktur RSUD Demang Sepulauraya, dr. Taufik  menerangkan bahwa di tahun ini fokus pada perbaikan di bidang pelayanan masyarakat maupun sistem internal rumah sakit. 

"Untuk pelayanan, kami akan prioritaskan untuk support masyarakat yang tidak mampu. Jadi, hot issue bagaimana masyarakat yang tidak mampu bisa mengakses pelayanan di rumah sakit ini. Dulu ada program Jemput Sakit Pulang Sehat (JSPS) kedepan program ini bukan lagi JSPS, sudah dengan rancangan universal. Hampir 90 persen warga Lamteng, sudah terdaftar di BPJS kesehatan kami dorong masyarakat bisa terdaftar," kata dr. Taufik. 

Menurutnya, RSUD Demang Sepulauraya sudah difasilitasi oleh Bappeda. Pihaknya juga sudah duduk bersama dinas sosial dan disdukcapil agar masyarakat bisa mengakses program pelayanan yang ada di RSUD Demang Sepulauraya. 

EDITOR

Wandi Barboy

loading...




Komentar


Berita Terkait