#Infrastruktur

Komisi III Kritisi Dua Proyek Infrastruktur di Palas

Komisi III Kritisi Dua Proyek Infrastruktur di Palas
Sejumlah anggota Komisi III DPRD Lampung Selatan saat melakukan memantau pembangunan drainase di Dusun II, Desa Bumiasih, Kecamatan Palas, Jumat, 5 Februari 2021. Armansyah


Kalianda (Lampost.co) -- Anggota Komisi III DPRD Lampung Selatan mengkritiki dua proyek pembangunan infrastruktur di wilayah Kecamatan Palas, Jumat, 5 Februari 2021. Kritikan itu dilontarkan lantaran pembangunan yang dikerjakan pihak rekanan dinilai tidak maksimal.

Dua proyek pembangunan infrastruktur yang dikritik yakni pembangunan gorong-gorong di Dusun Semarang, Desa Bumidaya, dan Saluran Drainase berikut gorong-gorong di Dusun II Bumiasih.

Pembangunan gorong-gorong di Dusun Semarang yang dikerjakan akhir 2020 lalu dikritik karena timbunan tanah belum padat, sehingga badan jalan bergelombang. Kemudian, dinding saluran drainase di Desa Bumiasih dinilai terlalu rendah dibandingkan badan jalan.

Wakil Ketua Komisi III DPRD Lamsel, Waris Basuki menyayangkan hasil dua pembangunan infrastruktur di Kecamatan Palas tidak maksimal. Untuk itu, pihaknya meminta pihak Dinas PUPR dapat memperbaikinya.

"Gorong-gorong di Dusun Semarang tanahnya amblas karena timbunannya belum begitu padat. Sehingga, badan jalan masih bergelombang," kata dia.

Untuk saluran drainase di Desa Bumiasih, kata Waris Basuki, dinding drainase dinilai sangat rendah dibandingkan badan jalan. Ia khawatir bahu jalan akan terkikis ketika turun hujan deras.

"Kalau dindingnya ini terlalu rendah, kami khawatir bahu jalan bisa terkikis saat turun hujan. Kami minta PU perbaiki semua ini," kata dia.

Menurut Waris Basuki, temuan tersebut akan mereka bahas saat rapat hearing bersama Dinas PUPR. Jika memang permasalahannya pada perencanaan, maka pihaknya meminta Dinas PUPR ekspos saat pembahasan perencanaan ditingkat Komisi.

"Kalau memang ada kesalahan di perencanaannya, setiap masuk perencanaan nanti kami minta Dinas PUPR ekspos di Komisi dan buka semua dokumen-dokumen perencanaan pembangunan. Biar kami uji di Komisi," kata dia.

Sementara itu, Kepala Desa Bumiasih, Poniran mengatakan dirinya juga menyayangkan dengan pihak rekanan karena tidak meratakan timbunan tanan pada badan jalan. Kemudian, pihak rekanan tidak membersihkan tumpahan tanah di badan jalan.

Kemudian, pihak rekanan juga tidak bertanggungjawab atas kerusakan jalan lingkungan Dusun I yang rusak akibat adanya pengalihan jalan saat proses pembangunan drainase itu.

"Pembangunan drainase itu dikerjakan oleh Usup kontraktor dari Kecamatan Way Panji. Sampai sekarang jalan rabat yang dibangun akhir 2019 itu rusak dan belum diperbaiki oleh kontraktor," kata dia. SYA

EDITOR

Winarko

loading...




Komentar


Berita Terkait