#wartawan#kekerasanjurnalis

Komisi III DPR Minta Polisi Usut Intimidasi Terhadap Jurnalis di Lambar

Komisi III DPR Minta Polisi Usut Intimidasi Terhadap Jurnalis di Lambar
Anggota Komisi III DPR RI Taufik Basari


Bandar Lampung (Lampost.co) -- Anggota Komisi III DPR RI Taufik Basari meminta pihak kepolisian mengusut para pelaku intimidasi terhadap jurnalis Metro TV Lampung, Yehezkiel Ngantung saat melaksanakan tugas jurnalistik di Lampung Barat.

Anggota dewan yang kerap disapa Tobas dalam keterangan rilisnya mengatakan segala bentuk ancaman, intimidasi atau perbuatan lainnya yang dilakukan terhadap jurnalis yang sedang melakukan tugasnya sama sekali tidak dibenarkan. Atas dasar itu, Tobad meminta agar pihak kepolisian segera turun tangan mengusut tuntas kejadian tersebut.

Baca juga: Jurnalis Metro TV Lampung Diintimidasi Saat Meliput Kericuhan di Kantor ULP Lambar

"Intimidasi yang dialami oleh Eki (Yehezkiel Ngantung) jurnalis Metro TV Lampung dari sekelompok orang yang tak dikenal sangat disayangkan, karena jurnalis itu tidak boleh dihalang-halangi saat melakukan tugasnya. Saya minta Polres Lampung Barat segera mengusut hal ini,” kata dia, Rabu, 5 Mei 2021.

Tindak kekerasan yang dilakukan oleh sekelompok orang tak dikenal lanjut Tobas, seharusnya tidak terjadi karena sesuai dengan pasal 8 UU 40 Tahun 1999, jurnalis dilindungi secara hukum pada saat menjalankan tugas jurnalistiknya.

"Saya berharap para pelaku yang melakukan instimidasi dan kekerasan bisa segera diketahui identitasnya untuk selanjutnya diproses sesuai dengan aturan yang ada,” ujar politisi NasDem ini.  

Seperti diberitakan sebelumnya, Yehezkiel Ngantung pada Selasa, 4 Mei 2021, mendapatkan perlakukan kasar dan ancaman dari sekelompok orang yang diduga preman, di depan kantor ULP Lampung Barat saat ingin meliput kerusuhan yang ada di sana.

Selain mendapatkan ancaman, Yehezkiel juga dikejar menggunakan senjata tajam dan kamera yang dibawanya juga sempat akan dirampas oleh para pelaku.

EDITOR

Winarko

loading...




Komentar


Berita Terkait