#beritalampung#bandarlampung#bencanaalam

Kolaborasi Penanganan Bersama Tangkal Bencana Alam

Kolaborasi Penanganan Bersama Tangkal Bencana Alam
Simulasi penanggulangan bencana di Provinsi Lampung yang digelar di Hotel Emersia. Lampost.co/Atika


Bandar Lampung (Lampost.co): Kepala Pelaksana Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Provinsi Lampung Rudy Sjawal Sugiarto mengatakan jika kolaborasi penanganan bersama antarinstansi dan lembaga dibutuhkan untuk menangkal bencana alam.

Dalam kegiatan simulasi penanggulangan bencana di Provinsi Lampung yang digelar di Hotel Emersia, Rudy, menyebutkan secara nasional yang mengacu kepada dokumen indeks risiko bencana Indonesia tahun 2021 yang dirilis oleh BNPB di tahun 2022.

Dia menjelaskan berdasarkan kondisi risiko sembilan potensi ancaman bencana alam, indeks resiko bencana Provinsi Lampung masih berada dibawah rata-rata nasional.

"Meskipun dibawah rata-rata, Lampung termasuk lima besar provinsi risiko bencana tinggi di Sumatera dan tidak ada kabupaten/ kota di Provinsi Lampung dengan risiko bencana kategori rendah," kata Rudy.

Menurutnya, risiko tinggi mengindikasi ancaman bencana sedang hingga tinggi di 15 kabupaten/kota dan kerentanan bencana tinggi untuk 9 juta lebih penduduknya.

"Data ini menempati provinsi dengan jumlah penduduk terbesar kedua di kawasan sumatera (setelah sumatera utara) dan kedelapan di Indonesia, jumlah penduduk dengan kategori kerentanan bencana jika tidak diimbangi dengan pengetahuan dan pemahaman terkait bencana," kata Rudy.

Menurutnya, kondisi ini mempertegas bahwa berbagai potensi ancaman, kerentanan, dan kapasitas yang dimiliki daerah dalam menghadapi kompleksitas permasalahan bencana secara langsung dan tidak langsung dapat mengancam agenda dan capaian pembangunan daerah.

"Dengan adanya simulasi ini diperlukan kebersamaan dan komitmen antara pelaku penanggulangan bencana di Provinsi Lampung dalam menyempurnakan rencana penyelamatan bencana banjir di wilayah Lampung," ujar dia.

Rudy mengatakan pihaknya mempersiapkan langkah-langkah pelaksanaan simulasi rencana kontinjensi untuk memastikan respon penanganan bencana yang cepat dan terpadu di Lampung.

"Seperti menyiapkan titik kumpul utama agar bisa menyelamatkan diri jika ada bencana. Hal inilah yang paling diutamakan, dan langkah-langkah lainnya," ujarnya.

EDITOR

Adi Sunaryo


loading...



Komentar


Berita Terkait