#advetorial#dekranasda#lampungbali

Kolaborasi Dekranasda Lampung-Bali, Gerai Tapis Lampung Hadir di Bali

Kolaborasi Dekranasda Lampung-Bali, Gerai Tapis Lampung Hadir di Bali
Kolaborasi Dekranasda Lampung-Bali, Gerai Tapis Lampung Hadir di Bali. (Foto:Dok.Dekranasda)


Bali (Lampost.co)--Ketua Dewan Kerajinan Daerah (Dekranasda) Provinsi Lampung, Riana Sari Arinal, dan Ketua Dekranasda Provinsi Bali, Putri Suastini Coster, meresmikan Nola Marta Studio Desain, di Jl Kayu Ayak Seminyak Bali, Kamis (9/12).

Galeri Nola Marta Desainer nasional di Bali ini, menjual Kain Tapis kombinasi dengan tenun Bali Endek. Menurut Nola Marta, tapis Lampung dan kain Madu Aro Tulangnawang Lampung sangat tepat berkolaborasi dengan Endek.

Peresmian Galeri Nola Marta dilakukan Ketua Dekranasda Lampung Riana Sari Arinal dan Ketua Dekranasda Provinsi Bali Putri Suastini Coster,  dengan pengguntingan pita. Hadir juga desainer Didiet Maulana, Wakil Ketua Dekranasda Mamiyani Fahrizal, Sekretaris Rusdiana Dewi, Fitrianita Damhuri, Desi Yusus Barusman dan sejumlah pengurus Dekranasda.

Riana Sari menyampaikan budaya dan kearifan lokal masyarakat Lampung dalam bentuk lembar kain tenun bersulam benang emas merupakan upaya masyarakat menyelaraskan kehidupan termasuk hubungan dengan lingkungan maupun sang pencipta. Pada awalnya, kain tapis hanya digunakan dalam acara adat. Namun saat ini pembuatan tapis sudah berkembang sangat dinamis sehingga sudah dapat menjadi produk fashion yang dapat dipakai dalam berbagai kesempatan. Selain itu, pada zaman dulu kerajinan tapis hanya merupakan kerajinan atau usaha rumah tangga. Namun saat ini sejalan dengan perkembangan zaman kain tapis setelah mengalami transformasi baik untuk motif maupun desain nya hingga menjadi produk yang memiliki nilai lebih.

Riana Sari lebih lanjut menjelaskan, keindahan dan keunikan kain-kain tapis sampai saat ini telah banyak diminati oleh masyarakat Lampung maupun di luar Provinsi Lampung. Bahkan beberapa designer lokal maupun nasional telah membuat motif dan desain grafis Lampung ini menjadi produk yang diminati masyarakat di luar Provinsi Lampung bahkan mancanegara.

"Mbak Nola salah satunya tertarik hal tersebut. Dan saya yakin sebagai seorang fashion designer yang menggeluti dunia fashion khususnya pada bidang kreasi fashion tertarik dengan tingginya nilai budaya dan teknik tulang tapis buatan tangan ini dan kemudian mengembangkannya. 

"Penghargaan yang tinggi saya sampaikan kepada mbak Nola karena terus mendampingi dan membentuk komunitas binaan di desa Negeri Katon Kabupaten Pesawaran Provinsi Lampung. Hasil-hasil binaan tersebut juga telah dipamerkan dalam fashion show di New York Amerika Serikat pada tahun 2019. Pada hari ini, kita bersama-sama menjadi sebuah kebanggaan dan harapan tersendiri bagi masyarakat Lampung, karena melalui gerai ini pemasaran kain tapis akan lebih luas lagi baik di dalam negeri maupun luar negeri," ujar Riana Sari istri Gubernur Lampung Arinal Djunaidi ini.

Dengan terobosan ini tentu saja sangat berpengaruh pada para perajin yang ada di Lampung. Harapan lainnya lanjut Riana Sari, terbangun kerja sama antara perajin Bali dan perajin Lampung melalui tangan dingin Nola yang membuat desain kombinasi antara tenun Bali dan Tapis Lampung. 

"Semoga sulam Tapis Lampung yang telah sedemikian cantik oleh Mbak Nola dapat diterima pasar regional maupun internasional di Bali. Dan semoga dengan adanya gerai di sini awal bagi produk kerajinan Lampung lainnya untuk dapat menembus pasar kerajinan Bali. 

Pada kegiatan itu, Ketua Dekranasda Provinsi Bali, Putri Suastini Coster, memberi cinderamata kepada Ketua Dekranasda Lampung Riana Sari. Kemudian desainer Nola Marta memberi cindera mata rompi hasil desainnya yang berbalut Tapis kepada Ketua Dekranasda Bali Putri Coster dan Ketua Dekranasda Lampung Riana Sari. 

Kunjungan Riana Sari Arinal ke Dekranasda Provinsi Bali, juga mengunjungi  Pameran IKM Bali Bangkit tahap 5 di Taman Werdi Budaya Art Centre Bali. Usai bertukar cibera mata antara Ketua Dekranasda Lampung Riana Sari Arinal dan Ketua Dekranasda Bali Putri Suastini Koster, dilanjutkan dengan kunjungan ke stand-srand pameran. Riana Sari juga membeli lukisan Agus, pelukis berkebutuhan khusus.

EDITOR

Sri Agustina

loading...




Komentar


Berita Terkait