#kokain#watwatgawoh

Kokain Triliunan

Kokain Triliunan
Dokumentasi Pixabay.com


PENYELUNDUPAN narkotika memang menjadi hal yang harus diwaspadai seluruh elemen bangsa. Sebab, penyelundupan barang haram itu dilakukan dari berbagai jalur distribusi.

Asal jelmani mak aga nyadangkon badanni, tantu mak wat sai ngikhimni (Jika tidak ada yang mau merusak badannya, pasti tidak ada penyeludupan barang haram itu).

Penyelundupan digerebek penjaga Pantai Amerika Serikat sungguh mencengangkan. Penggerebekan atas sebuah kapal selam tipe vessel adalah kokain senilai 185 juta Poundsterling setara Rp3,2 triliun. Disiarkan dari Independent, pejaga pantai melompat ke atas kapal selam otomatis di tengah Samudera Pasifik. Mereka memukul lubang lambung sebelum seorang pria dari dalam membukanya dan mengangkat tangannya.

Payu acak titinjuk ana, kik aga ngancokhko jelma sang dunia. Wat-wat gawoh (Na lebih baik ditangkap, daripada bakal merusak orang sedunia. Ada-ada saja).

Razia obat-obatan terlarang menjadi satu dari 14 penggeledahan serupa oleh penjaga pantai AS di lepas pantai Meksiko, Amerika Tengah, dan Amerika Selatan antara Mei dan Juli tahun ini.

Secara total, mereka telah menyita lebih dari 17.690 kg kokain dan 423 kg ganja senilai sekitar 569 juta dolar AS (senilai Rp8 triliun). “Mengejar kapal penyelundupan narkoba itu seperti memburu paus putih. Mereka sangat langka. Bagi kami untuk mendapatkannya, ini adalah peristiwa penting,” ujar juru bicara untuk Wilayah penjaga pantai AS Pasifik, Komandan Stephen Brickey.

“Sekitar 80% narkoba yang masuk ke AS berasal dari koridor Pasifik dan pihak berwenang menghentikan sekitar 11% semi-kapal selam,” kata dia.

Penjaga Pantai meningkatkan kehadiran AS dan sekutu di Samudera Pasifik Timur dan Teluk Karibia, yang dikenal sebagai zona transit narkoba di lepas pantai Amerika Tengah dan Selatan, sebagai bagian dari strategi Kawasan Barat.
 

EDITOR

Medcom.Id

loading...




Komentar


Berita Terkait