Asdpferrindo

KMP Ferrindo 5 Layani Rute Patimban-Panjang

KMP Ferrindo 5 Layani Rute Patimban-Panjang
PT ASDP Indonesia Ferry membuka pelayanan perdana rute Pelabuhan Panimban, Subang-Panjang, Lampung, Minggu, 10 Januari 2021. Dok ASDP


Kalianda (Lampost.co) -- PT ASDP Indonesia Ferry secara perdana membuka rute pelayanan Ferry jarak jauh (long distance ferry/LDF) lintas Pelabuhan Patimban, Subang- Pelabuhan Panjang, Bandar Lampung menggunakan KMP Ferrindo 5. 

Direktur Utama PT ASDP Indonesia Ferry, Ira Puspadewi, mengatakan dibukanya lintasan itu menjadi salah satu alternatif rute bagi jalur angkutan barang yang akan memperkuat sektor logistik di Pulau Jawa, Sumatera, dan Kalimantan. 

"Kami tahu selama ini jalur logistik Jawa dan Sumatera penyeberangannya terfokus di lintasan Merak-Bakauheni. Kini, dengan adanya layanan melalui Pelabuhan Patimban sebagai salah satu proyek strategis nasional Pemerintah diharapkan dapat memacu pertumbuhan ekonomi, yang tidak hanya di wilayah Jawa Barat dan Lampung, tetapi juga secara nasional," kata Ira melalui siaran pers kepada lampost.co, Minggu, 10 Januari 2021.

Menurut Ira, lintasan LDF Patimban-Panjang sejauh 210 mil akan di tempuh dalam waktu 19 jam dengan KMP Ferrindo 5 yang memiliki spesifikasi teknis berukuran 3.566 GT, dengan panjang Kapal (LOA) 91,74 meter, dan lebar 15,5 meter. Kapal tersebut berkapasitas 56 orang penumpang dan 109 unit kendaraan campuran. 

"Pada pelayaran perdana Patimban-Panjang, KMP Ferrindo 5 memuat 98 unit kendaraan kecil dan 1 truk besar bermuatan 40 unit sepeda motor," jelas Ira. 

Layanan perdana Patimban-Panjang berangkat pada Minggu, 10 Januari pukul 13.00 WIB dengan estimasi tiba di Pelabuhan Panjang pada Senin, 11 Januari pukul 09.00 WIB. 

"Lalu, kapal akan berangkat lagi dari Pelabuhan Panjang pada Senin pukul 20.00 WIB dan estimasi tiba di Pelabuhan Patimban pada Selasa, 12 Januari pukul 06.00 WIB," kata dia.

Direktur Jenderal Perhubungan Darat Kementerian Perhubungan, Budi Setiyadi, mengatakan penetapan lintas Patimban - Panjang untuk mengurangi kemacetan dan beban jalan akibat volume kendaraan yang besar serta dimensi dan volume muatan kendaraan yang menyalahi ketentuan Over Dimension Over Load (ODOL).

Selain itu mengurangi tingkat polusi udara dari emisi gas buang angkutan jalan. “ini juga untuk memperlancar distribusi logistik dari Jawa ke Sumatera dan sekitarnya karena Pelabuhan Patimban memiliki peran strategis dalam pertumbuhan perekonomian di Jawa Barat dan nasional,” jelasnya. 

Dirjen Budi berharap operator pelabuhan untuk memberikan pelayanan prima dengan menjaga ketepatan jadwal keberangkatan dan sandar kapal serta kecepatan pelayaran untuk menumbuhkan permintaan angkutan.

“Kami ingin mendukung pertumbuhan sektor penyeberangan dengan munculnya lintas-lintas penyeberangan baru yang menjadi penghubung lintas penyeberangan utama khususnya antara sabuk selatan dan tengah,” tutup Dirjen Budi.

EDITOR

Effran Kurniawan

loading...




Komentar


Berita Terkait