#viruscorona#viruskorona#kesehatan#beritainternasional

Klaster Pernikahan Muncul di AS, Tujuh Tewas Akibat Terpapar Covid-19

( kata)
Klaster Pernikahan Muncul di AS, Tujuh Tewas Akibat Terpapar Covid-19
Big Moose Inn, tempat upacara pernikahan yang menjadi klaster baru di Maine. Foto: AFP


Maine (Lampost.co): Sebuah pernikahan di pedesaan Maine, Amerika Serikat (AS) menjadi peristiwa ‘penyebar luas’ virus korona covid-19. Dari Klaster ini, tujuh orang meninggal akibat covid-19 dan 177 lainnya positif terinfeksi.

Kabar ini membuahkan kekhawatiran bahwa penyebaran covid-19 di pesisir timur akan bisa lebih buruk. Pernikahan itu berlangsung pada awal Agustus dihadiri oleh 65 orang, melanggar batas resmi 50 orang yang diperbolehkan dalam sebuah pertemuan.

Upacara di sebuah gereja diikuti dengan resepsi di Big Moose Inn di dekat kota indah Millinocket, yang populasinya hanya 4.000 orang.

Sepuluh hari kemudian, dua puluhan orang yang hadir dalam pernikahan itu dinyatakan positif covid-19 dan Pusat Pengendalian dan Pencegahan Penyakit (CDC) di Maine membuka penyelidikan.

Direktur CDC Maine, Nirav Shah pada Kamis (18 September) memberikan jumlah korban terbaru yang terkait dengan pesta ini. Dia menambahkan bahwa tidak ada dari tujuh orang yang meninggal, benar-benar menghadiri pernikahan tersebut.

Pelacak kontak menghubungkan pernikahan itu dengan beberapa hotspot virus di seluruh negara bagian. Ini termasuk lebih dari 80 kasus di penjara yang berjarak 370 kilometer, dimana salah satu sipir menghadiri upacara pernikahan tersebut.

Sedangan 10 kemungkinan kasus lainnya ditemukan di sebuah gereja Baptis di daerah yang sama. Sementara 39 infeksi positif dan enam kematian, berada di panti jompo yang jaraknya 161 kilometer dari Millinocket.

Bagi komunitas dan wilayah yang lebih luas -,yang telah melonggarkan aturan jarak sosial yang diperkenalkan pada awal krisis,- berita tersebut menjadi kekhawatiran baru.
 
"Ketika kami mendengar tentang wabah, semua orang benar-benar tertegun,” ucap Kepala Dewan Kota Millinocket Cody McEwen.

"Begitu wabah itu terjadi, kami menutup kota itu lagi,” ungkapnya.
 
Beberapa warga jelas marah pada penyelenggara acara. Akibatnya sebuah bar yang terkait dengan pesta itu lisensinya ditangguhkan sementara.
 
"Saya tidak berpikir mereka seharusnya mengadakan pernikahan. Saya pikir itu seharusnya dibatasi seperti yang seharusnya," ujar Nina Obrikis, seorang anggota gereja Baptis tempat upacara itu diadakan.

"Kita tidak bisa kemana-mana atau tidak melakukan apa-apa," imbuhnya.

Gubernur Maine Janet Mills pada Kamis mengeluarkan peringatan kepada 1,3 juta penduduk negara bagian itu. “Gejolak seperti itu mengancam keuntungan yang telah kami peroleh dengan cepat," tegasnya.

“Covid-19 tidak berada di pekarangan kami, melainkan di halaman kami,” pungkasnya.

EDITOR

Adi Sunaryo

loading...


Berita Terkait



Komentar