klasika

Klasika Jadi Tim Ahli Strategi Penguatan Lembaga

Klasika Jadi Tim Ahli Strategi Penguatan Lembaga
(Dok)


BANDAR LAMPUNG (lampsot.co) -- Klasika menjadi salah satu tim ahli strategi penguatan lembaga dalam Temu Nasional (Tunas) Gusdurian 2020, Jumat (11/12/2020). Forum tersebut membahas penguatan Jaringan Gusdurian dalam mengawal pergerakan Indonesia. 

Direktur Klasika Ahmad Mufid menjelaskan, Jaringan Gusdurian memiliki misi untuk terus menghidupkan nilai, pemikiran, serta perjuangan Gusdur. Sosok Presiden RI ke 4 itu dikenal sebagai guru bangsa dan diterima semua golongan. 

Untuk itu menurutnya penguatan jaringan harus terus dilakukan agar misi perjuangannya terus hidup. Hal itu mesti dilakukan dengan membangun sinergi jaringan dengan berlandasan 9 nilai utama Gus Dur. 

"Klasika sendiri telah menerbitkan buku berisi pemikiran Gus Dur, yakni Gusdur dan Catatan yang Hilang Makna, yang diharapkan bisa menjadi bacaan semua orang dan menjadikannya tauladan," ujarnya. 

Selain diseminasi melalui karya dan diskusi Jaringan Gusdurian juga harus bisa memberikan dampingan kepada masyarakat khususnya kelompok minoritas. Terlebih saat ini masyarakat Indonesia banyak dilanda krisis seperti intoleransi, krisis lingkungan, krisis identitas, hingga krisis demokrasi.

Hal itu seperti yang dilakukan oleh Gus Dur selama hidupnya. Abdurrahman Wahid selalu memberikan keberpihakan kepada kelompok minoritas yang mendapat perlakuan tidak adil.

"Gusdurian harus hadir sebagai kelompok yang mampu menjadikan nilai dan pemikiran Gus Dur menjadi landasan dalam pergerakan," ungkapnya.

Kegiatan tersebut juga melibatkan sejumlah komunitas penggerak lain seperti Wahid Fondation, LKiS, Lakpesdam PBNU, Yayasan Desantara, dan 15 komunitas penggerak lainnya. Selain itu, agenda tahunan itu juga diikuti langsung oleh Alissa Wahid. 

EDITOR

Ricky Marly

loading...




Komentar


Berita Terkait