#anugerahjurnalistiksahabatbahari#kkp#kementeriankelautandanperikanan

KKP Kembali Helat Anugerah Jurnalistik Sahabat Bahari 2022

KKP Kembali Helat Anugerah Jurnalistik Sahabat Bahari 2022
Ilustrasi. Dok


Jakarta (Lampost.co) -- Kementerian Kelautan dan Perikanan pada tahun ini kembali menyelenggarakan Anugerah Jurnalistik Sahabat Bahari. Lomba tahunan kali ini mengusung tema lima program ekonomi biru yang merupakan program dari Menteri Kelautan dan Perikanan Sakti Wahyu Trenggono.

Asisten Khusus Menteri Kelautan dan Perikanan Doni Ismanto mengatakan para peserta dapat memilih satu dari lima program ekonomi biru, yakni penangkapan ikan terukur, perluasan wilayah konservasi laut, dan pengembangan budi daya laut, pesisir dan air tawar. Selain itu, pengelolaan sampah laut dan pengelolaan berkelanjutan pesisir dan pulau kecil.

"Jurnalis itu bagian dari penyambung lidah masyarakat. Kami ingin melihat secara objektif, apakah program sudah benar atau tidak di mata masyarakat. Jadi silakan buat tulisan yang tidak menyanjung kami, tapi apa adanya," ujarnya dalam Konferensi Pers Anugerah Jurnalistik Sahabat Bahari KKP 2022 secara daring, Selasa, 13 September 2022.

AJSB 2022 ini menyediakan total hadiah Rp150 juta. Ada tiga kategori yang dilombakan pada ajang kali ini, yakni jurnalis, media sosial, dan internal KKP.

Untuk jurnalis, lomba terbagi dalam empat kategori, yakni media online, media cetak, televisi, dan fotografi. Untuk media sosial berbentuk video/reels/Instagram/TikTok. Sementara internal KKP untuk para karyawan KKP.

"Terkait tema lomba, untuk kategori media sosial mengambil program pengelolaan sampah laut. Bagi internal KKP itu program penangkapan ikan terukur karena kami mau membumikan program ini sampai ke internal," katanya.

Pengumpulan karya dibuka sejak 13 September hingga 10 Desember 2022. Pengumuman rencananya akan berlangsung pada 14 Desember 2022.

Baca juga: KKP Tinjau Calon Lokasi Pembangunan Balai Benih Ikan di Mesuji

Juri AJSB 2022 Lukita menambahkan penilaian paling penting ialah orisinalitas, aktual, dan relevan. Dia pun berharap para peserta tidak hanya mengutip materi dari siaran pers KKP saja.

"Tahun lalu naskah banyak mengutip rilis KKP. Kemudian ada naskah dari KKP di combine terus dikirim. Jadi tidak orisinal," ujarnya.

Di tempat yang sama, Direktur Pakan dan Obat Ikan KKP, Ujang Komarudin menambahkan bagi peserta yang ingin mengambil tema pengembangan budi daya laut, pesisir dan air tawar dapat memerhatikan berbagai program unggulan dari Direktorat Jenderal Perikanan Budi Daya.

"KKP punya empat komoditas unggulan untuk perikanan dan berorientasi ekspor. Udang, rumput laut, lobster, dan kepiting. Ada juga komoditas yang dikembangkan masyarakat dengan kearifan lokal di berbagai wilayah. Ini dapat dieksplorasi lebih jauh," ujarnya.

Sementara itu, Direktur Pengelolaan Sumber Daya Ikan KKP, Ridwan Mulyana mengatakan program lain yang tak kalah menarik ialah penangapan ikan terukur dari Direktur Jenderal Perikanan Tangkap. Penangkapan ikan terukur memungkinkan Indonesia mengelola sumber daya ikan dengan efisien, bukan eksploitasi tanpa batas.

Menurut dia, manfaat ekonomi dan sosial dapat terasa dari program penangkapan ikan terukur yang memungkinkan adanya keseimbangan, seiring dengan kelestarian ekologi dan keanekaragaman hayati.

Ridwan menyebut kebijakan penangkapan ikan terukur akan menerapkan output control yang merupakan langkah adil bagi pemerintah dan pelaku usaha. Sebelumnya, input control hanya berfokus pada perkiraan hasil tangkapan ikan saja.

"Dengan adanya sistem kuota, pemerintah akan mengatur zona penangkapan ikan, jumlah ikan yang ditangkap, jumlah dan ukuran kapal, jenis alat tangkapnya hingga pendaratan ikan di pelabuhan perikanan,” katanya. 

EDITOR

Muharram Candra Lugina


loading...



Komentar


Berita Terkait