#film

KKN di Desa Penari Ternyata Terjadi di Desa Ini

KKN di Desa Penari Ternyata Terjadi di Desa Ini
Film KKN di Desa Penari (Foto: mdpictures)


Jakarta (Lampost.co) -- Film horor Indonesia yang sedang trending, KKN di Desa Penari, menjadi perbincangan netizen mengenai lokasi aslinya di Indonesia. Namun, baru-baru ini kabarnya ditemukan lokasi terjadinya peristiwa KKN berujung kematian tersebut.

Kepala Urusan Kesejahteraan Rakyat (Kaur Kesra) di Desa Bayu, Kecamatan Songgon, Banyuwangi, Sriyanto membenarkan gosip KKN di Desa Penari terjadi di desanya.

Sriyanto menjelaskan pengakuan itu baru bisa dilontarkan sekarang. Sebab, pihak desa belum bisa menemukan bukti konkrit berupa pelakat dari peserta KKN.

Baca juga: KKN di Desa Penari Jadi Film Indonesia Terlaris Sepanjang Masa

"Balai Desa Bayu tiga kali direhab terhitung sejak kejadian itu. Jadi, barang-barangnya sering dipindah-pindah. Pada 2019 kami pernah cari pelakat itu namun tidak ketemu. Saat ini kami masih melakukan pencarian. Tapi kami tidak menjamin bisa menemukannya juga," terang Sriyanto.

Kendati demikian, Sriyanto berani memastikan KKN di Desa Penari terjadi di desanya, meskipun tidak seperti yang terlihat di dalam film.

"Iya betul. Cuma yang di film kan gitu ya," katanya.

Sriyanto menjelaskan pada 2009, sebanyak 11 mahasiswa KKN asal Surabaya yang tidak menuntaskan KKN mereka. Sebab, ada dua orang di antaranya jatuh sakit karena hal-hal mistis. Bahkan, Sriyanto mendengar kabar mereka meninggal dunia.

Salah satu mahasiswa tersebut lalu meminta izin kepada Sriyanto untuk mengangkat KKN yang mereka jalani menjadi sebuah cerita.

 "Saya bingung mau diangkat seperti apa. Tahu-tahu meledak 10 tahun kemudian dari kisah itu," tutur Sriyanto.

Diketahui, film KKN di Desa Penari diadaptasi dari thread Twitter @SimpleM81378523 yang viral beberapa tahun lalu. Saat ini, film KKN di Desa Penari menjadi film lokal terlaris sepanjang masa dengan berhasil menarik jumlah penonton bioskop di angka yang unik sebanyak 7.777.777 penonton. 

 

 

EDITOR

Effran Kurniawan


loading...



Komentar


Berita Terkait