#pajak#baksosony

Kisruh Bakso Sony dan Pemkot Diharapkan Berakhir Damai

Kisruh Bakso Sony dan Pemkot Diharapkan Berakhir Damai
Gerai Bakso Sony di Jalan Imam Bonjol. Dok. Lampost.co


Bandar Lampung (Lampost.co) -- Kasus polemik yang terjadi antara Pemerintah Kota (Pemkot) Bandar Lampung dan pihak manajemen Bakso Sony diharapkan selesai secara damai. Akademisi hukum dari Universitas Lampung (Unila) Budiyono mendorong agar persoalan itu bisa ditempuh secara kekeluargaan.

"Dalam hal ini saya mendorong penyelesaian secara damai atau kekeluargaan artinya duduk bersama antara pemkot dan Bakso Sony," kata Budiyono, Rabu, 22 September 2021.

Baca juga: Haji Sony: Gerai Bakso Ditutup Saya masih Bisa Makan, tetapi Karyawan?

"Mencari penyatuan persepsi karena kedua belah pihak mengklaim. Pemkot ingin melihat keterbukaan penjualan, sementara pihak Bakso Sony menyatakan sudah terbuka, berarti ada sesuatu yang miss," lanjutnya.

Menurutnya terkait persoalan ini hanya mengenai keterbukaan dalam hal penyampaian pajak daerah dari pengusaha kepada Pemerintah.

"Pihak Sony juga harus membuka itu juga kalau memang sudah membayar pajak sesuai, ini penting juga kepada Sony menunjukkan keterbukaan mereka," katanya.

Kemudian pajak yang disetorkan oleh Bakso Sony kepada Pemkot Bandar Lampung merupakan pajak dari konsumen kepada pemerintah melalui pengusaha. Oleh sebab itu pihak manajemen bakso Sony juga harus beriktikad baik demi kelancaran kegiatan usaha mereka.  

"Tidak bisa juga menyalahkan pemkot untuk melaksanakan tindakan tegas, karena ini juga menjadi preseden terhadap pelaku usaha yang tidak membayar pajak kepada negara sesuai dengan peraturan yang berlaku," kata Budiyono.

Menempuh jalur hukum juga dinilai tidak perlu karena nantinya akan ada pihak menang dan kalah. Alhasil masing-masing akan meminta kerugian.

"PTUN hak Bakso Sony selaku warga negara yang merasa dirugikan oleh pemkot terhadap penutupan gerai itu haknya, namun lebih baik diselesaikan secara damai, karena kedua belah pihak saling membutuhkan dan toh uang pajak itu berasal dari konsumen," ujar dia.

EDITOR

Winarko

loading...




Komentar


Berita Terkait