#Covid-19lampung#beritalampung

Kisah Sembuh Penyintas Melawan Covid-19

Kisah Sembuh Penyintas Melawan Covid-19
Covid-19. Ilustrasi


Bandar Lampung (lampost.co) -- Pandemi Covid-19 membuat bangsa Indonesia mengalami kesulitan dalam berbagai hal, terutama dalam kesehatan dan perekonomian. 

Berdasarkan pengakuan penyintas Covid-19, warga Kelurahan Rajabasa Raya Bandar Lampung, Udin (45), mengatakan dirinya melakukan isolasi mandiri untuk berjuang menguatkan imun dan iman. 

“Awalnya mertua saya terpapar Covid-19. Kemudian menyusul istri dan saya juga akhirnya ikut terpapar. Lalu kami melakukan isoman,” ujar Udin, Selasa 3 Agustus 2021.

Selama menjalani isolasi mandiri, dia selalu mengonsumsi obat dari dokter dan obat herbal dari rempah-rempah dan madu.

Udin mencoba mengatasi napas yang sesak, tidak bisa mencium aroma dan merasakan makanan. Selain itu, dia juga rutin berjemur pada pukul 08.00-09.00 WIB.

Selama isolasi, ia selalu makan secara teratur dan cukup. Meski rasa malas untuk makan, dirinya selalu memaksakan diri agar makanan bisa masuk ke lambung. 

Dengan cara itu, imun perlahan akan meningkat. Jika imun naik, maka proses kesembuhan akan cepat. Pikiran juga tidak boleh terlalu stres, selalu berdoa dan berpikir positif untuk sembuh.

“Setelah menjalani isoman selama 10 hari, Alhamdulillah saat ini saya sudah fit dan negatif Covid-19. Semoga kita semua dikasih kesehatan, panjang umur, dan terhindar dari segala penyakit. Selalu berdoa kepada Tuhan agar selalu melindungi. Lalu jaga prokes dimana pun, karena apabila sudah terkena rasanya antara ingin hidup atau mati,” pungkasnya.

Sementara itu, penyintas Covid-19 asal Gedong Meneng, Rajabasa, Asnita (35), mengatakan dia menjalani perawatan di Rumah Sakit Umum Daerah Abdul Muluk (RSUDAM) saat terpapar covid-19. Namun, dia berusaha untuk segera sembuh dengan meningkatkan daya tahan tubuh dengan mengonsumsi vitamin dan obat dari dokter.

“Saya menerapkan pola hidup sehat serta makan makanan yang bergizi dari rumah sakit. Walaupun pada waktu itu indra perasa dan penciuman saya hilang total, saya juga rutin berjemur di pagi hari,” ujar .

Dengan pengalaman yang ia rasakan, dia berpesan agar masyarakat selalu mematuhi protokol kesehatan dan berdoa untuk diberi kesehatan.

EDITOR

Effran Kurniawan

loading...




Komentar


Berita Terkait