#pengrusakan#rumah

Kisah Pilu Pasutri yang Rumahnya Dihancurkan Orang Tak Dikenal

Kisah Pilu Pasutri yang Rumahnya Dihancurkan Orang Tak Dikenal
Rumah Hadi dan Susila yang berada di Jalan Ir Sutami, Way Gubuk,Sukabumi, Bandar Lampung itu rusak sejak penyerangan pada Kamis, 17 Juni 2021. Lampost.co/Salda Andala


Bandar Lampung (Lampost.co) -- Kisah pilu dialami pasangan suami-istri (Pasutri), Hadi Supeno dan Susila Andriyani. Mereka harus tinggal di rumah yang sudah hancur sekelompak orang tidak dikenal.

Rumah yang berada di Jalan Ir Sutami, Way Gubuk,Sukabumi, Bandar Lampung itu rusak sejak penyerangan pada Kamis, 17 Juni 2021. Ketika hujan turun, pasangan suami-istri ini hanya bisa berlindung di balik rumah gubuk berukuran 5x6 meter persegi tanpa atap. 

Susila Andriyani menceritakan, ia hanya bisa terdiam saat melihat enam orang menghancurkan rumahnya. Tidak hanya itu, tiga orang lain tampak berjaga-jaga di depan rumah sembari membawa senjata tajam.

"Saya enggak bisa apa-apa. Suami saya sedang keluar. Mereka datang membawa senjata tajam, parang, linggis sambil berteriak memaksa saya untuk keluar," katanya, Senin, 21 Juni 2021. 

Baca: Sekelompok Pria Hancurkan Rumah Semi Permanen

 

Akibat kejadian tersebut, Hadi dan Susila tidak bisa lagi mengais rezeki dengan berjualan nasi goreng dan makanan ringan.

"Saya mendirikan rumah ini habis biaya sekitar Rp60 juta, itu pun tidak langsung," katanya.

Susila mengaku telah melaporkan pengerusakan tempat usaha dan tempat tinggal miliknya ke Polda Lampung. Sebab, pelaporan sebelumnya tidak diterima Polsek Sukarame. 

Terpisah, Kapolsek Sukarame, Kompol Warsito membenarkan adanya laporan tersebut. Warsito menyebut ada kesalah-pahaman yang terjadi. 

“Sudah kita tindak-lanjuti dan anggota sudah di lokasi untuk cek TKP. Waktu itu bukan tidak diterima, tapi masih ada berkas yang kurang,” katanya. 

Sementara itu, Kabid Humas Polda Lampung, Kombes Pol Zahwani Pandra Arsyad mengatakan, meski korban telah melapor ke Polda Lampung, namun penanganannya masih berdasarkan lokasi kejadian. 

“Nanti bisa ditanyakan ke Polresta Bandar Lampung, karena itu wilayahnya masih di wilayah hukum mereka,” pungkasnya. 

Sebelumnya diberitakan, sekelompok pria tak dikenal melakukan pengrusakan terhadap rumah semi permanen milik Hadi setelah sebelumnya memaksanya pindah dengan menawarkan uang Rp1 juta.

Menurut dia, untuk membangun rumah itu, dirinya telah mendapatkan izin dari kelurahan dan masyarakat sekitar. Hadi meminta izin untuk membangun rumah dan tempat usaha.

"Saya sadar ini tahan milik negara, saya siap pindah asalkan jelas perintahnya dari pemerintah," katanya.

EDITOR

Sobih AW Adnan

loading...




Komentar


Berita Terkait