#kebakaran

Kisah Petugas Berjuang Padamkan Api Lapas Tangerang

Kisah Petugas Berjuang Padamkan Api Lapas Tangerang
Kebakaran Lapas Klas 1 Tangerang. Foto: Dok/Medcom.id


Tangerang (Lampost.co) -- Banyaknya hambatan saat proses pemadaman dan penyelamatan korban kebakaran di Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Klas 1 Tangerang menjadi cerita sendiri untuk pemadam kebakaran Kota Tangerang. Selain medan yang sulit untuk dipadamkan, izin untuk masuk ke lapas pun sulit didapat.

 

"Biasanya kan kita saat proses pemadam kalau akses masuknya enggak ada, kita bobol temboknya biar udara keluar dan bisa evakuasi juga. Tapi ini enggak dibolehkan," ujar salah satu petugas pemadam kebakaran yang masuk untuk padamkan kobaran api, Kamis, 9 September 2021.

Baca juga: Korban Kebakaran di Lapas Tangerang Jadi 44 Napi

Bahkan, kata dia, komandan regu (Danru) dari pihaknya pun sempat meminta izin untuk kesekian kali ke lapas. Namun, alasan belum mendapat perintah menjadi hambatannya.

"Jadi Danru kan minta izin ke orang lapas 'ini kita enggak ada akses masuk, kita izin untuk jebol tembok lapas boleh enggak?'. Kata pihak lapas 'jangan dulu pak, soalnya belum ada wewenang dari kalapas," ucap dia menirukan percakapan komandannya.

Dia menuturkan, berdasarkan pengakuan penjaga Lapas Klas 1 Tangerang, jika dijebol temboknya akan menimbulkan risiko tinggi terkait keamanan narapidana.

"Soalnya, kata penjaganya jika dijebol (tembok) takut napi pada keluar. Akhirnya kami cari akal bagaimana caranya bisa secepatnya padamin api, karena api sudah menyebar ke seluruh blok," jelasnya.

Setelah tidak mendapatkan izin menjebol tembok, pihaknya meminta agar mobil pemadam kebakaran bisa masuk untuk memudahkan proses pemadaman.

"Kita dikasih akses masuk mobil sama orang lapas. Tapi mobil kita enggak bisa masuk karena mobil gede semua. Akhirnya kami ambil cara dengan memperpanjang selang ke dalam. Lihat ke dalam, ya sudah banyak yang pada berserakan terbakar," tuturnya.

"Ada yang di atas atap nyemprot air, ada juga yang pakai tangga. Ada juga dari luar tembok ada juga yang langsung ke dalam. Jadi dibagi beberapa tempat," sambungnya.

Menurut dia, saat tengah melakukan proses pemadaman, timnya mendengar teriakan minta tolong dari luar lokasi pusat titik kebakaran.

"Kalau dari dalam yang kebakaran itu enggak dengar saya, tim saya dengar itu dari yang dari luar saja. Akhirnya tim pun dibagi menjadi, untuk menyelamatkan orang yang teriak itu," ucap dia.

Dia menjelaskan pihaknya menerima laporan terkait kebakaran itu pada Rabu, 8 September 2021, pukul 02.00 WIB. Petugas pun tiba berselang 10 menit setelah mendapat laporan.

"Anggota langsung turunkan personel dan tiba di lokasi 10 menit kemudian. Lengang jalanan," ucap dia.

EDITOR

Winarko

loading...




Komentar


Berita Terkait