#obituarium#meninggaldunia

Kisah Pertobatan Ki Joko Bodo, Naik Haji 4 Kali dan Hibahkan Tempat Praktik Jadi Masjid

Kisah Pertobatan Ki Joko Bodo, Naik Haji 4 Kali dan Hibahkan Tempat Praktik Jadi Masjid
Ki Joko Bodo (Foto: instagram)


Jakarta (Lampost.co) -- Ki Joko Bodo meninggal dunia Rabu pagi, 23 November 2022. Dulu dikenal sebagai paranormal, Ki Joko Bodo bertobat dan berusaha untuk menjadi pribadi yang lebih baik.

Kisah Ki Joko Bodo bertobat sejak 2014. Saat itu, Ki Joko Bodo menegaskan tobatnya karena mendapat hidayah dari ziarah ke Kakbah. Pria bernama lengkap Agung Yulianto ini mengaku empat kali menunaikan ibadah haji dan menangis setiap kali melihat Ka'bah.

“Aku haji empat kali kok. Kita kalau lihat Ka’bah selalu nangis. Ini kan kita harus meninggalkan segala keburukan dan menjalankan segala ajaran Tuhan dan agama,” katanya dalam wawancara pada Juni 2014, dikutip dari Medcom.id, Rabu, 23 November 2022.

Kala itu, Ki Joko Bodo tak mau disebut tiba-tiba tobat. Dia selalu berusaha menjadi pribadi yang lebih baik. Ketika memutuskan untuk tobat, Ki Joko Bodo menyumbangkan salah satu tempat praktik untuk dijadikan tempat ibadah.

Ki Joko Bodo mengatakan sebidang tanah seluas 200 meter persegi di kawasan Lubang Buaya, Jakarta Timur disumbangkan untuk dijadikan masjid.

“Ada tanah 200 meter aku wakafkan. Aku dari kecil Muslim, jadi wajar saja mau wakafkan untuk masjid, daripada dijual-jual. Masjid Kudus itu inspirasinya budaya Indonesia, jangan kearab-araban, kita kan tinggal di Indonesia,” ujarnya.

Usai bertobat, Ki Joko Bodo mengatakan semakin dekat dengan Tuhan. Sebelumnya, ia selalu mencari Tuhan.

“Sekarang lebih dekat dengan Tuhan, lebih dekat kepada Allah. Biar hidupnya tidak arahan tersendiri. Dulu mencari Tuhan sekarang menemukan Tuhan,” tuturnya.

Ia juga menganggap penting pendidikan agama bagi anak-anaknya. Ki Joko Bodo mengaku memiliki 10 orang anak.

“Yang dilakukan saya ini penuh dosa. Aku punya anak 10, kalau pendidikan agama penting supaya anak-anal beradab, berakhlak. Anak belajar agama jadi tahu mana batas dosa dan mana yang tidak,” ujar Ki Joko Bodo.

EDITOR

Effran Kurniawan


loading...



Komentar


Berita Terkait