#beritalampung#beritabandarlampung#humaniora#kisahinspiratif

Kisah Pedagang Es Puter yang Sukses Kuliahkan Tiga Anak

Kisah Pedagang Es Puter yang Sukses Kuliahkan Tiga Anak
Gerobak dagang es puter Pakde Rosidin. Foto: Ismi Chintya Putri


Bandar Lampung (Lampost.co): Senyumannya hilang dalam balutan masker berwarna merah. Berbaju kaus biru dan topi hitam yang menemaninya di siang itu, Kamis, 8 Desember 2022. Suara sapa dan ramahnya terdengar tak asing bagi pelanggan setianya. Itulah Pakde Rosidin sapaan akrabnya saat ditemui di depan SD Kartika II Persit, Jalan Kapten Tendean No.4, Palapa, Kecamatan Tanjungkarang Pusat, Kota Bandar Lampung. 

Pria paruh baya berumur 54 tahun itu, sejak pagi menjelang sore berjualan es puter di gerobak yang menjadi lumbung rejekinya sehari-hari. Sekitar 38 tahun sudah, pria ini menggeluti pekerjaannya. Sumber penghasilan penjualan es mampu menghidupi istri dan menyekolahkan kedua anaknya hingga sampai ke perguruan tinggi.

Rosidin datang ke Bandar Lampung dan mulai berjualan pada 1984 silam. Dia pun mulai beradaptasi dengan kerasnya kehidupan di rantauan. Berbagai pekerjaan pernah digeleguti sebelum memutuskan berjualan es puter hingga saat ini.

Pria kelahiran Cirebon, Jawa Barat itu sebelumnya pernah berjualan es puter keliling. Tetapi seiring berjalan waktu, faktor usia membuat Rosidin menjual es puter dengan mangkal di SD Kartika II Persit.

"Pakde jualan es puter sejak tahun 1984. Dulu Pakde adalah seorang petani. Setelah itu Pakde berpindah pekerjaan menjadi seorang pedagang es puter yang berjualan di SD Kartika II Persit hingga saat ini," ujarnya.

Baca juga: Tim Dosen Universitas Megou Pak Tulangbawang Pengabdian Masyarakat ke Pesawaran

Sesekali Rosidin menurunkan maskernya ke dagu untuk mengobrol saat bercerita. Dia mejelaskan kata demi kata dengan bahasa yang mudah dimengerti. Ia menceritakan setiap harinya berjualan berangkat mulai dari pukul 9.30 sampai pukul 17.00 dengan menggunakan gerobaknya.

Ramainya pembeli membuat Rosidin sangat bersyukur atas nikmat yang diberikan oleh Allah kepadanya. Terkadang cuaca yang tiba-tiba hujan itulah salah satu kendala yang dialami Rosidin berjualan es, bahkan sampai tidak laku.

"Disini ramai terus. Kalau habis itu tergantung cuacanya sih, terkadang saya sampai tidak laku karena hujan deras. Setiap hari selalu berharap bisa membawa cukup uang untuk keluarga dan anak-anak," kata dia.

Rosidin mematok harga 5.000 per porsi. Es puter Pakde Rosidin banyak digemari oleh masyarakat, salah satunya anak-anak sekolah dan juga orang-orang jauh dari segala penjuru yang datang hanya karena ingin mencicipi es puter Pakde Rosidin.

Omzet yang diperoleh Rosidin berjualan es puter dalam sebulan bisa mencapai Rp6 juta. Bapak tiga anak itu rela menghabiskan waktu berjualan di pinggir jalan demi masa depan anaknya agar bisa sekolah tinggi. Mata pencaharian utama berjualan es puter tersebut membuat Rosidin mampu menguliahkan kedua anaknya. Sala satu anaknya kuliah di Universitas Lampung dengan jurusan Teknik Pertanian. Sementara, dua anak lainnya kuliah di Universitas Islam Cirebon dengan jurusan Bahasa Arab.

"Anak saya tiga, yang pertama sudah mengajar di SMA Bahasa Arab. Dan keduanya mengajar di Badan Waqaf Al-Quran," ucapnya bangga.

Meskipun Rosidin tidak melanjutkan pendidikan ke jenjang perkuliahan, tetapi ia bertekat harus bisa menyekolahkan anaknya bahkan sampai ke jenjang kuliah. Karena menurutnya pendidikan adalah hal utama. (Ismi Chintya Putri)

EDITOR

Adi Sunaryo


loading...



Komentar


Berita Terkait