#nelayan

Kisah Nelayan di Pesisir Pantai Panjang Bandar Lampung Bertahan Hidup karena Tidak Ada Tangkapan Ikan

Kisah Nelayan di Pesisir Pantai Panjang Bandar Lampung Bertahan Hidup karena Tidak Ada Tangkapan Ikan
Amin Selamet saat mengeluhkan kondisinya di rumahnya yang tidak jauh dari pesisir pantai panjang, Bandar Lampung, Kamis, 10 Maret 2022. (Lampost.co/Salda Andala)


Bandar Lampung (Lampost.co) -- Ini kisah seorang nelayan, Amin Selamet, bertahan hidup di pesisir Pantai Panjang, Bandar Lampung. Dia terpaksa menganggur dan tidak bisa menangkap ikan karena limbah yang diduga oli mencemari pesisir laut. Sejak beberapa hari ini, saat laki-laki berusia 73 tahun itu berupaya mencari dan menangkap ikan di laut, hasilnya selalu nihil.

Pria yang sudah menjadi kakek itu mengaku hanya mencari penghidupan dari menangkap ikan dengan cara menjaring di pesisir laut Panjang. Sudah empat hari ini ia mengaku tidak bekerja dan harus menahan perut kosong karena tidak ada pendapatan.

"Gimana lagi, tangkepan gak ada. Mau makan apa? Saya tulang punggung keluarga. Karena ada limbah, terpaksa menganggur di rumah,"ujar Selamet seraya memperbaiki jaringnya, di pesisir pantai Panjang, Bandar Lampung, Kamis, 10 Maret 2022

Ia menjelaskan biasanya setiap hari bisa mendapat minimal lima kilogram ikan laut. Hasil tangkapan itu sebagian dijual untuk kebutuhan rumah tangga. Namun, saat ini Selamet harus merenung saja di depan rumah karena tidak ada pemasukan dari tangkapan ikan.

Untuk mengisi waktu kosong, ia memperbaiki jaring yang rusak akibat limbah hitam pekat yang melekat di jaring-jaring.

"Sekarang kegiatan saya perbaiki jaring-jaring yang rusak karena limbah. Ini bisa merusak jaring karena dia lengket,"ujarnya.

Selamet menceritakan beberapa hari lalu sekitar pukul 21.00 WIB, dia pergi ke bibir pantai untuk menjaring ikan. Ketika jaring selesai dipasang, ia merasakan badan lengket dan berbau tidak seperti hari biasanya.

"Kebetulan gak bawa senter jadi saya jojong(terus,red) aja melanjutkan penjaringan,"katanya.

Beberapa jam Selamet berada di laut, hasil tangkapan tidak ada. Dia memutuskan untuk kembali ke rumah. Sesampainya di rumah, Selamet kaget mendapati badan dipenuhi oli yang melekat.

"Lihat kaca sudah hitam semua, langsung mandi. Tetapi, habis mandi badan masih lengket-lengket karena limbah itu,"ujarnya.

Selamet berharap pemerintah memberikan solusi atas apa yang dialaminya. Menurutnya, nelayan lain pun sama seperti dirinya tidak ada tangkapan ikan untuk beberapa hari ke depan.

"Semua di sini ngeluh gak ada pemasukan, atau tangkapan ikan, sementara kami butuh makan,"ujarnya.

Selamet meminta agar pihak-pihak yang terlibat bertanggungjawab atas kejadian ini. Dia juga menjelaskan beberapa tahun lalu hal serupa pernah terjadi.

"Kami cuma rakyat kecil, mau ngadu kemana? Yang penting, kami bisa mencari ikan lagi, dan yang membuang limbah ini bertanggungjawab,"katanya. 

 

EDITOR

Wandi Barboy

loading...




Komentar


Berita Terkait