#Kesehatan#VirusKorona

Kisah Mahasiswi Lampung Ramadan di Mesir saat Pandemi

( kata)
Kisah Mahasiswi Lampung Ramadan di Mesir saat Pandemi
Foto Dok IUstinewa

Bandar Lampung (Lampost.co) -- Muti Aulia Zahrotunnur, salah satu putri asal Lampung yang sedang studi di Fakultas Syariah Universitas Alazhar, Kairo, Mesir, membagi kisahnya meningisi waktu selama Ramadan dan Hari Raya Idhulfitri 1441H/2020M di negeri orang.

Bagi Muti Aulia Zahrotunnur pengalaman tersebut makin terasa berbeda di tengah pandemi corona Virus Disease 2019 (Covid-19). Seperti saat ini, ia memilih tetap stay di asramanya dan tidak melakukan mudik ke tanah airnya, Indonesia.

Mutia pelajar yang mendapatkan beasiswa dari Pondok Modern Darussalam Gontot ini selalu berpikir positif menjalankan aktivitas kesehariannya di tengah pandemi covid-19 yang saat ini melanda dunia.

Ia mengatakan saat semester kedua belajar menimba ilmu di Negeri Para Nabi ini sungguh berbeda rutinitasnya. Di samping harus mentaati semua peraturan dan kebijan yang dikeluarkan oleh pemetintahan Mesir, Mutia juga harus tetap mengikuti perkuliahan dan ujian akhir dengan membuat makalah. 

"Lockdown sudah lama, dimulai sejak awal maret dan akan terus diperpanjang sampai suasana betul betul kondusif dan aman," kata Alumnus Pondok Modern Darussalam Gontor Putri tahun 2017 ini kepada Lampost.co, Sabtu, 23 Mei 2020.

Kemudian ia juga menceritakan orang-orang di Mesir sangat patuh pada pemerintahnya untuk tidak ada yang keluar rumah ketika pandemi. Bahkan jalan yang biasanya ramaipun kini nampak sepi, salat terawih dan ibadah lainnya dilakukan diasrama masing-masing. Untuk salat Id juga dilakukan di asrama masing-masing.

"Kita di sini aman, kita tidak boleh panik namun harus tetap waspada dan selalu berpikir positif serta menjaga keamanan dengan berdiam diri di asrama, tidak berjabat tangan dan menghindari keramaian," kata Alumnus SD Alkautsar Bandar Lampung ini.

Ia sangat rindu melaksanakan aktivitas dan suasana seperti sedia kala. Pada Idhulfitri tahun 2019 kemarin dirinya bersama teman-temannya diundang di undang KBRI Indonesia yang di Mesir silaturrahmi, makan ketupat dan opor sebagai obat rasa rindu dan kangen keluarga. Tahun ini ia hanya bisa melakukan video call bersama keluarganya yang di Lampung. 

"Saya rindu makanan khas Indonesia khususnya Lampung seperti es dugan, seruit ikan bakar, rendang dan segubal," kata Mutia dari Mesir yang perbedaan waktunya sampai 6 jam dengan waktu di Indonesi

Dengan penuh harapan ia bersama teman-temannya senantiasa berdoa semoga musibah ini segera berlalu dan bisa menjalankan aktivitas sebagaimana biasa. Iapun menitip salam untuk teman-teman dan suudaranya yang ada di Indonesia khususnya Lampung untuk terus berikhtiar dan berdoa agar pandemi covid-19 bisa dilalui.

"Dari beberapa kawan kita ada yang pulang ke Indonesia tapi sedikit banyak yang memilih tetap di Mesir supaya bisa konsentrasi belajar karena saat ini sedang Ujian Akhir Semester," tutupnya.

EDITOR

Abdul Gafur

loading...

Berita Terkait

Komentar