#kisahsukses#promosi

Kisah Husna, Sukses Maksimalkan Bisnis Konfeksi Tas Lewat Media Promosi Internet

Kisah Husna, Sukses Maksimalkan Bisnis Konfeksi Tas Lewat Media Promosi Internet
Rumah produksi Oscas. (Foto:Dok.Oscas)


Jakarta (Lampost.co)--Menjadi salah satu alumni dari Universitas Padjadjaran (Unpad) dari jurusan eksakta yaitu Fisika, ternyata tidak membatasi impian Husna Ramdani (32). Pasalnya, setelah lulus dari Unpad, Husna mengembangkan bisnis yang telah dimulainya semenjak menjadi mahasiswa.

"Semasa kuliah, saya sudah menekuni bisnis. Tujuan awalnya, saya ingin bisa hidup mandiri," ujar Husna saat ditemui di toko konfeksi tas miliknya di Perum Cendikia 1, Jalan Kayu Jati Raya Nomor 30, Desa Cileles, Kecamatan Jatinangor, Kabupaten Sumedang, Jawa Barat, Sabtu, 8 Oktober 2022.

Bersama teman-teman kuliahnya, Husna berpikir untuk mencari peluang bisnis yang menguntungkan. Ternyata saat itu, ide yang terlintas adalah membuat tas gendong bayi.

Husna, pria kelahiran Cianjur ini, menjelaskan bahwa pada masa kuliahnya dulu sudah punya niatan untuk membuat sebuah usaha. Hal tersebut, dilakukannya agar tidak lagi bergantung kepada kedua orangtuanya.

"Saya lihat waktu itu banyak sekali ibu-ibu yang bawa anaknya di motor tanpa pelindung. Dari sana, saya kepikiran untuk buat tas selendang untuk gendong bayi, supaya saat di motor bawa anaknya, ibu-ibu merasa tenang, karena tahu anaknya aman," ujar Husna.

Memanfaatkan Blogger untuk Berkembang

Selanjutnya Husna didukung oleh warga sekitar yang bekerja sebagai penjahit. Mereka tergabung dalam satu tim untuk menjalankan bisnis tersebut, hingga akhirnya dapat berkembang dan maju, bagaimana tidak? Sudah terdapat 40 klien yang tersebar di seluruh Indonesia.

"Dari awalnya pesan via blog oscas.co.id, sekarang saya punya klien yang loyal. Mulai dari Aceh sampai Papua ada. Rata-rata, mereka puas dengan tas yang kami produksi," sebut Husna. Husna mengatakan, setelah memiliki puluhan klien tetap dari berbagai daerah di Indonesia, sebagai legalitas ia membuat perusahaan persekutuan komanditer di bawah nama CV Oscas. 

Minat pasar serta kemajuan dari bisnis tas yang dijalani Husna tentu diakibatkan oleh promosi yang dilakukan dengan baik lewat internet. Mengingat hampir 100 persen dari transaksi yang berjalan sumbernya dari internet, sangat jarang klien secara langsung yang datang. Memberikan bukti bahwa promosinya bekerja.

"Untuk memenuhi permintaan itu, saya libatkan penjahit di sekitar lingkungan tempat indekos. Hasilnya sangat memuaskan, permintaan pasar terus bertambah. Bahkan berkembang tidak hanya tas gendong bayi, tapi ke produksi jenis tas lainnya," ujar Husna.

Bisnis ini dapat berkembang pesat, berkat jejaring blogger yang dipakai pada awal pemasaran internet. Memungkinkan masyarakat dari Aceh hingga Papua pun dapat melakukan transaksi pembelian dengan mudah lewat online. Membuat kenyaman berbelanja yang diterima, membuat konsumen loyal melakukan pembelian.

Meski terpengaruh pandemi, menurut Husna, permintaan dari klien di berbagai daerah tetap ada. "Alhamdulillah, pandemi memang pengaruh ke omzet. Tapi alhamdulillah, kita masih bisa tetap eksis, memberdayakan puluhan penjahit di Jatinangor ini, di pabrik tas yang kami rintis ini," sebut Husna. 

Hampir semua bisnis dan usaha yang dijalani oleh masyarakat Indonesia sulit dilakukan pada masa pandemi. Membuat sebagian besar perusahaan mengalami hal sulit dan bangkrut. Bersyukurnya, Husna dan tim dapat bertahan di masa-masa sulit tersebut.

Atas kejadian ini, Husna dan tim pun berharap agar situasi dapat normal kembali, sehingga berbagai macam kegiatan pun dapat terlaksana. Contohnya, acara seminar dan pelatihan untuk melakukan pembuatan tas agar dapat segera kembali diadakan.

Namun dibalik harapan tersebut, Husna bersama tim akan tetap optimis dengan bisnis yang kini tengah berkembang pesat tersebut. Mengingat semangat penjahit dalam menghasilkan berbagai jenis produk dengan kualitas tinggi. Husna pun akan terus berupaya untuk memberdayakan masyarakat atau penjahit di sekitarnya.

EDITOR

Sri Agustina


loading...



Komentar


Berita Terkait