#rusiaukraina#beritainternasional

Kim Jong-un: Rusia Akan Menang Melawan Barat

Kim Jong-un: Rusia Akan Menang Melawan Barat
Warga Korea Selatan di Seoul menonton siaran berita mengenai pemimpin Korea Utara Kim Jong-un. (AFP)


Pyongyang (Lampost.co) -- Pemimpin Korea Utara Kim Jong-un menyebut Rusia akan menang dalam perjuangan melawan imperialis negara-negara Barat. Pernyataan itu diutarakan Kim dalam surat untuk Presiden Rusia Vladimir Putin.

Isi surat itu diungkapkan Putin dalam pidato Parade Kemenangannya di Lapangan Merah pada Selasa, 9 Mei 2023. Kim Jong-un mengatakan dalam suratnya Rusia berjuang untuk perdamaian dunia dan demi melindungi stabilitas di kawasan.

Menurut laporan kantor berita Korean Central News Agency (KCNA), pengiriman surat dari Kim ke Putin memperkuat hubungan Korea Utara dengan Kremlin. Isi surat Kim membidik Barat, di saat Rusia masih mengobarkan perang di Ukraina.

BACA JUGA: Resmi Gabung NATO, Finlandia Jadi Ancaman Baru Rusia

"Kami mengirimkan harapan hangat kepada Anda, tentara Rusia dan rakyat Rusia atas perjuangan suci mereka untuk menjaga perdamaian dunia," bunyi surat resmi yang ditulis Kim.

Dikutip dari laman inews.co.uk, Rabu, 10 Mei 2023, Kim juga mengucapkan selamat kepada Putin pada peringatan Hari Kemenangan atau Victory Day, yang merayakan kemenangan Uni Soviet atas Nazi Jerman pada 1945. Dia mengatakan Rusia akan terus melindungi otonomi dan stabilitas kawasan.

BACA JUGA: Pertama Sejak 1990-an, Rusia Tempatkan Senjata Nuklir di Belarusia

Ia mengatakan Rusia melakukan perjuangan suci untuk mewujudkan keadilan internasional dan mempertahankan perdamaian global melawan praktik imperialis yang sewenang-wenang.

"Kami memukul mundur terorisme internasional. Kami akan melindungi penduduk Donbas, kami akan memastikan keamanan kami,” kata Putin.

Meski Rusia semakin terisolasi komunitas internasional sejak invasi ke Ukraina 14 bulan lalu, Korea Utara mempertahankan hubungan yang kuat dengan Kremlin.

Pyongyang dituduh AS memasok senjata ke militer Rusia dan tentara bayaran Wagner Group. Tuduhan itu dibantah Korea Utara.

Rusia dilaporkan mengirim delegasi ke Korea Utara untuk menawarkan makanan dengan imbalan senjata, kata Koordinator Keamanan Nasional AS, John Kirby, Maret lalu.

EDITOR

Effran Kurniawan


loading...



Komentar


Berita Terkait