#Hukum#pelanggaranProkes#Polda

Khilafatul Muslimin Kecewa Atas Penetapan Tersangka oleh Polda

Khilafatul Muslimin Kecewa Atas Penetapan Tersangka oleh Polda
Khilafatul Muslimin Kecewa Atas Penetapan Tersangka oleh Polda. (Foto:Lampost/Salda Andala)


Bandar Lampung (Lampost.co)--Kelompok Khilafatul Muslimin kecewa terhadap Polda Lampung yang telah menetapkan tiga orang tersangka AQH (70), AB (70), dan Z (54) atas pelanggaran protokol kesehatan. 

Amir Khilafatul Muslimin Bandar Lampung, Ab mengatakan ia sudah memenuhi panggilan Penyidik Polda Lampung sebanyak tiga kali, untuk dimintai keterangan atas agenda jalan sehat dalam peringatan 1 Muharram 1443 H atau tanggal 10 Agustus 2021.

"Penetapan tersangka memang hak kepolisian tak masalah waktu awal penyelidikan prokes kerumunan, setelah itu kena pasal penghasutan bingung apa yang dihasut," katanya, Kamis, 7 Oktober 2021.

Ia menambahkan, Polda Lampung terlihat memaksakan menetapkan tersangka terhadap jamaah Khilafatul Muslimin, sebab saat melaksanakan jalan sehat jamaahnya tertib dan saat itu dikawal pihak kepolisian. 

Jumat besok pihaknya akan memenuhi panggilan penyidik Polda Lampung.

"Sempat dikawal TNI-Polri jalan sehat seperti ada yang di cari-cari, saat itu star awal dari Kupang Teba berjalan sampai tujuh kilometer berhenti di Pahoman karena hujan langsung pulang," katanya.

Ia tidak keberatan jika ditetapkan sebagai tersangka, namun berharap Khilafah mereka yakni AQH jangan ditahan pihak polisi atau dizholimi.  Sebab jika ditahan akan berpotensi menimbulkan keributan.

"Sebagai orang beriman saya ikuti perkembangan proses hukum, saya yang bertanggungjawab asal jangan Khilafah saya ditahan atau di zholimi dia orang baik," katanya.

Polda Lampung menetepkan tiga orang tersangka organisasi massa (Ormas) Lampung Khilafatul Muslimin. Tiga orang tersangka yakni  AQH (70),AB (70), dan Z (54) atas pelanggaran protokol kesehatan.

Direskrimum Polda Lampung, AKBP Reynold Elisa P Hutagalung, membenarkan penetapan tersangka terhadap kelompok tersebut atas pelanggaran protokol kesehatan. 

EDITOR

Sri Agustina

loading...




Komentar


Berita Terkait