pupuk

Ketua Poktan di Tejosari Diduga Menjual Pupuk Subsidi di Luar Wilayah

( kata)
Ketua Poktan di Tejosari Diduga Menjual Pupuk Subsidi di Luar Wilayah
Barang bukti pupuk bersubsidi yang dibeli dari Ketua Kelompok Tani di Tejosari

METRO (Lampost.co) -- Salah seorang anggota kelompok tani (Poktan) menangkap basah mobil pembawa pupuk bersubsidi yang diduga dari seorang ketua Poktan di Kelurahan Tejosari, Kecamatan Metro Timur.

Dari informasi yang beredar, Ponisan (46) selaku ketua Kelompok Tani Mitra di wilayah setempat didapati sering menjual pupuk bersubsidi ke luar wilayah dengan harga yang cukup tinggi, seharusnya pupuk itu diperuntukkan bagi anggota Poktan di wilayah setempat.

Pada saat itu, Senin, 15 Juni 2020 lalu, salah seorang anggota Poktan melihat mobil yang mencurigakan di kediaman Ponisan, diduga mobil tersebut akan membeli pupuk dari ponisan. 

Salah seorang warga sempat membuntuti mobil tersebut, setelah jauh dari wilayah setempat dia memberhentikan mobil itu dan menanyakan barang bawaannya.

"Sore itu saya melihat mobil yang mencurigakan, saya ikuti sampai ke Margodadi, Metro Selatan saya hentikan mobil tersebut dan menanyakan apa yang dibawa," kata salah seorang warga yang enggan di sebutkan namanya, Jumat, 03 Juli 2020.

Dia menambahkan, mobil yang berpenumpang tiga orang tersebut mengakui membeli pupuk dari ponisan dan akan dibawa ke Lampung Timur.

"Setelah saya tanya, sopir yang bernama Surahman mengaku membeli pupuk dari ponisan berupa 10 sak pupuk Urea dan 20 sak pupuk Phonska, pupuk itu akan dibawa ke Bantul. Tapi menurut identitas sopir alamat nya di Dusun 7, Desa Margototo, Kec. Metro Kibang, Lampung Timur," tambahnya.

Setelah dihentikan dan diminta keterangan, mobil dan penumpang dibolehkan melanjutkan perjalanan, mengingat waktu yang menjelang malam dan mereka mengakui membeli pupuk dari Ponisan.

Setelah adanya penangkapan tersebut, pihaknya diminta untuk meredam masalah ini dan diselesaikan dengan cara kekeluargaan. Namun banyak masyarakat yang mendukung agar masalah ini segera di proses, karena menurutnya ini merupakan pelanggaran dan menjadikan kelangkaan pupuk bagi masyarakat setempat.

"Kemarin saya sempat di ajak seorang ASN untuk berdamai dengan ketua Poktan, namun banyak masyarakat yang meminta agar masalah ini segera di proses, karena ini sudah meresahkan masyarakat dan kelangkaan pupuk khususnya kelompok tani di Tejosari," ujarnya.

Dari hasil penangkapan, pihaknya mempunyai bukti kuat bahwa adanya penjualan pupuk ke luar wilayah dengan harga yang cukup tinggi.

EDITOR

Setiaji Bintang Pamungkas

loading...

Berita Terkait

Komentar