#bandarlampung

Ketua PCNU Bandar Lampung Minta NU Perkotaan Lebih Responsif dan Inklusif

Ketua PCNU Bandar Lampung Minta NU Perkotaan Lebih Responsif dan Inklusif
Ketua Tanfidziah PCNU Bandar Lampung, Ichwan Adjie Wibowo saat menyampaikan harapannya ihwal NU di perkotaan yang mesti responsif dan inklusif di Kantor PCNU Bandar Lampung, Rabu, 25 Mei 2022. (Lampost.co/Umar Robbani)


Bandar Lampung (Lampost.co) -- Masyarakat perkotaan menjadi tantangan tersendiri bagi Nahdlatul Ulama (NU) dalam menyebarkan ajaran Islam yang rahmatan lil alamin. NU mesti bisa mengimbangi laju perkembangan zaman yang lebih cepat dengan membangun masyarakat di perkotaan.


Ketua Tanfidziah PCNU Bandar Lampung, Ichwan Adjie Wibowo menyampaikan, sebaran penduduk akan lebih berorientasi di perkotaan dan berdampak pada peningkatan kurva jumlah penduduk. Menurutnya, ke depan, NU harus siap memasuki era baru tersebut. Hal demikian menuntut NU sebagai organisasi besar harus berakselerasi agar tetap eksis.

"NU perkotaan harus jauh lebih responsif, inklusif, dan sekaligus progresif," ujarnya di Kantor PCNU Bandar Lampung, Rabu, 25 Mei 2022. 

Baca juga: NU Bandar Lampung Gelar Konfercab, Wali Kota Sumbangkan Ambulans

Ichwan Adjie melanjutkan kini NU urban membuka dan menawarkan potensi dan peluang besar untuk mempercepat kebangkitan NU. Setidaknya dengan inklusivitas harakah dan fikrah NU banyak diminati kalangan terdidik menengah ke atas yang berdampak pada pertumbuhan vertikal jemaah NU. 

"Banyak hal bisa dibincangkan lebih tajam dan komprehensif kemudian ditemukan sejumlah rumusan strategi menjadikan NU Urban sebagai jalan baru menuju kebangkitan NU untuk memimpin peradaban dunia," kata dia.

Di sisi lain, Ketua MWC NU Sukarame, Fadli Khoms menyampaikan, dibutuhkan kesepahaman gerak dari semua sektor dalam NU tersebut, termasuk melibatkan kaum muda NU untuk menjadi pelaku aktif dalam mengaktualisasikan gagasan tersebut.

"Kesepahaman gerak salah satunya bisa dilakukan dengan melakukan proses kaderisasi secara terstruktur, sistematis, dan masif, dari tingkat ranting sampai tingkat cabang," tuturnya.

Fadli menambahkan problem tersebut menjadi tantangan serius bagi kepengurusan saat ini. Namun, sudah waktunya NU menghidupkan kembali ruang-ruang diskusi dan pertukaran gagasan khususnya bagi kaum muda NU.

EDITOR

Wandi Barboy


loading...



Komentar


Berita Terkait