#Haji#Haji2022#Kemenag

Ketika Jemaah Haji Tunaikan Umrah Berkali-kali

Ketika Jemaah Haji Tunaikan Umrah Berkali-kali
Jemaah haji mendatangi Masjid Aisyah, di Kawasan Tan'im, Makkah, Minggu, 26 Juni 2022. Lampost.co/Sobih AW Adnan


Makkah (Lampost.co) -- Cuaca terik Makkah hingga mencapai 39 derajat celcius tak menggugurkan gairah Kholid (50), untuk menunaikan ibadah umrah sunahnya yang ketiga.

Jemaah calon haji (JCH) asal Ponorogo, Jawa Timur itu bergegas dari wilayah pemondokan Mahbas Jin, Makkah menuju Masjid Aisyah yang berada di kawasan Tan'im sebagai salah satu miqat atau titik mula umrah sunah.

Kawasan Tan'im berjarak sekitar 7,5 kilometer dari Masjidil Haram ke arah Kota Madinah.

"Saya ke sini mandiri karena Kelompok Bimbingan Ibadah Haji (KBIH) yang saya ikuti hanya menyediakan fasilitas umrah sunah sebanyak tiga kali saja," ujar Kholid, di dalam Masjid Aisyah, Makkah, Minggu, 26 Juni 2022.

Kholid memang bertekad untuk memperbanyak umrah sunah selama berhaji. Kurang afdal, kata dia, jika ibadah berpahala besar itu hanya dilakukan sebanyak dua atau tiga kali saja.

"Minimal saya bisa umrah selama haji sebanyak enam atau tujuh kali," ungkap dia.

Ia menjelaskan, KBIH hanya mengarahkan rombongan untuk menunaikan umrah secara berkala dengan jadwal yang ditentukan. Hal itu membuat harus mengorbankan waktu istirahat dan hari luangnya untuk kembali mengambil miqat dan melakukan umrah.

"Kemarin bersama rombongan start dari Ji'ranah. Besok lusa dari sini (Tan'im) juga saya ikut berumrah lagi bareng rombongan," kata dia.

Untuk menunaikan umrah di luar agenda KBIH, Kholid berani merogoh kocek pribadi demi bisa bergerak dari hotel menuju Masjid Aisyah di Tan'im.

"Tadi pakai taksi, ongkosnya SAR20 (setara Rp79.035), bisa juga lebih untuk dua penumpang," jelasnya.

Tan'im merupakan salah satu miqat bagi penduduk Makkah saat hendak umrah sunah selain Ji'ranah dan Hudaibiyah. Masjid Aisyah di kawasan itu merupakan lokasi miqat paling ramai karena menjadi titik mula terdekat dari Masjidil Haram.

Masjid Tan'im memiliki nilai sejarah cukup tinggi. Pasalnya, Nabi Muhammad SAW menetapkan masjid tersebut sebagai salah satu miqat pada tahun ke-9 hijriyah. Sebutan Aisyah pada masjid tersebut merujuk nama salah satu istri Rasulullah yang diperintahkan untuk memulai umrah sunah dari wilayah itu.

Konsultan Ibadah dari Panitia Penyelenggara Ibadah Haji (PPIH) Arab Saudi, Prof. Aswadi menjelaskan, jemaah yang memulai miqat dari Tan'im menguatkan niat umrah di masjid tersebut.

"Jadi ketika datang ke sini, pasti yang dicari adalah tempat wudu, mandi, dan tempat ganti pakaian agar ihramnya tetap suci. Setelah itu, mereka ini melaksanakan salat sunah," kata dia.

Meskipun begitu, Guru Besar Universitas Islam Negeri (UIN) Surabaya itu tidak menyarankan jemaah haji untuk menunaikan umrah sunah hingga berkali-kali.

"Sebab, pemerintah lewat Kementerian Agama (Kemenag) mengimbau jemaah agar menjaga stamina demi bisa melakukan ibadah saat puncak haji nanti," kata dia.

Ia menjelaskan, rangkaian puncak haji akan digelar mulai 8 Zulhijah 1443 H atau 7 Juli 2022 dari Arafah, Muzdalifah, dan Mina (Armuzna).

"Selama puncak haji, stamina dan fisik jemaah harus kuat. Itu yang lebih perlu disiapkan," kata dia.

EDITOR

Effran Kurniawan


loading...



Komentar


Berita Terkait