#tajuklampungpost##ujian-nasional#virus-corona

Keteladanan Melawan Corona

( kata)
Keteladanan Melawan Corona
Ilustrasi - Medcom.id.

PRESIDEN Joko Widodo memutuskan untuk meniadakan ujian nasional (UN) 2020.  Keputusan ini merupakan bagian dari penyelamatan kesehatan rakyat dalam menghadapi virus corona atau coronavirus disease 2019 (Covid-19).

Bangsa ini tengah berjuang melawan pandemi virus corona. Jumlah total pasien positif Covid-19 di Indonesia per Rabu, 25 Maret 2020 ada 790 kasus. Total pasien sembuh dalam kasus ini mencapai 31 orang dan meninggal 58 orang.

Peniadaan UN merupakan bagian dari perjuangan melawan virus corona. Pemerintah memutuskan meniadakan UN untuk tingkat sekolah menengah atas (SMA) atau setingkat madrasah aliah (MA), sekolah menengah pertama (SMP) atau setingkat madrasah tsanawiah (MTs).

Peniadaan UN 2020 merupakan bukti nyata sekaligus teladan bagi masyarakat bahwa pemerintah serius melaksanakan social distancing. Menurut Kemendikbud, tahun ini ada 8,3 juta peserta UN dari 105 ribu satuan pendidikan. Jika UN terus digelar, jutaan siswa dan ribuan guru termasuk di Provinsi Lampung terancam terinfeksi Covid-19.

Peniadaan UN juga sesuai dengan Keputusan Kepala Badan Nasional Penanggulangan Bencana No.13.A/2020 tentang Perpanjangan Status Keadaan Tertentu Darurat Bencana Wabah Penyakit Akibat Virus Corona di Indonesia, sampai pada 29 Mei 2020 mendatang. Juga sesuai dengan Keputusan Badan Standar Nasional Pendidikan Nomor 0053/P/BSNP/I/2020 Bab XVI tentang Kejadian Luar Biasa.

Bab XVI tentang Kejadian Luar Biasa itu menyatakan jika terjadi peristiwa luar biasa yang berpotensi gagalnya pelaksanaan UN, penyelenggara dan panitia UN tingkat pusat menyatakan kondisi darurat atau krisis. Peristiwa luar biasa yang dimaksud meliputi bencana alam, huru-hara, perang, dan peristiwa lain di luar kendali penyelenggara UN.

Kita mendukung langkah pemerintah meniadakan UN 2020. Dengan begitu, energi bangsa ini akan fokus tercurah melawan virus corona. Menurut BSNP, paling tidak anggaran UN di tiap provinsi mencapai Rp70 miliar. Sesuai dengan rencana Kemendikbud, sebagian anggaran ini dapat digunakan untuk menangani penyebaran virus corona di sekolah-sekolah. Tidak menutup kemungkinan juga sisa anggaran UN dapat digunakan untuk mendukung online learning.

Pemerintah Pusat telah memberi teladan baik bagaimana bangsa ini menghadapi ancaman paparan virus corona dengan meniadakan UN. Langkah ini harus ditiru tingkatan pemerintah di bawahnya juga oleh masyarakat. Ancaman Covid-19 tidak boleh dianggap remeh. Kita tidak ingin di kemudian hari Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) menetapkan Indonesia sebagai episentrum pandemi virus corona berikutnya. 

EDITOR

Bambang Pamungkas

loading...

Berita Terkait

Komentar