#bhabinkamtibmas#polwan

Ketangguhan Bhabinkamtibmas Perempuan di Tengah Pandemi

( kata)
Ketangguhan Bhabinkamtibmas Perempuan di Tengah Pandemi
Aipda Dewi Fitiryah sebagai seorang bhabinkamtibmas memberikan imbauan kepada pedagang terkait penggunaan masker. Dok.

Bandar Lampung (Lampost.co) -- Bhayangkara pembina keamanan dan ketertiban masyarakat (bhabinkamtibmas) sepertinya identik dijabat polisi pria karena jarang ada seorang polisi wanita atau polwan yang menjabatnya. Namun, tugas menjadi seorang bhabinkamtibmas dijalankan Aipda Dewi Fitiryah.

Dewi, sapaan akrabnya, berdinas sebagai bhabimkabtimas di Kelurahan Pinangjaya, Kecamatan Kemiling, yang masuk wilayah hukum Polsek Tanjungkarang Barat. Tugas tersebut sudah dijalaninya selama tujuh tahun atau sejak 2013.

Selama itu pula dia langsung bersentuhan dan menjaga kamtibmas bersama masyarakat. Namun, dia mengaku agak aneh karena sebelumnya dia cukup lama berdinas di bidang Intelkam dan sudah terbiasa bekerja di kantor dengan jam kerja normal.

Meski kini jam kerja yang tidak menentu, sebagai polisi dan ibu rumah tangga, dia tetap menjunjung profesionalitas dengan membagi waktu untuk tugas dan mengurus suami dan anak.

Jabatan sebagai bhabinkamtibmas, dia harus selalu siap sedia 24 jam dalam memberikan arahan ke masyarakat, baik yang bersifat preemtif maupun preventif.

Dia mengaku memiliki pengalaman yang cukup membuat kaget ketika mengawal acara organ tunggal. Hiburan masyarakat yang biasa berlangsung hingga dini hari menjadi kontras ketika wanita harus menjaga keamanan dan memberikan arahan ke masyarakat agar tidak terjadi konflik.

"Ada organ tunggal harus standby sampai malam. Di situ mental diuji memang, kita memberikan pesan dan arahan ke masyarakat. Bagaimana kita menjadi problem solver ketika ada konflik keributan dan lainnya, bhabimkabtimas harus siap sedia 24 jam," ujarnya.

Hal lainnya yang membuat ia berkesan, yakni bagaimana melakukan upaya persuasif bahaya narkoba ke anak-anak dan remaja dengan mengedepankan komunikasi santu dan ramah. "Saya nasihatin dan ajak mengobrol anak-anak pakai narkoba dan ngelem, sampai kami bimbing, bawa ke psikiater, dan bisa sampai sembuh. Itu suatu kebanggaan tersendiri," kata mantan bhabimkabtimas Kelurahan Kelapatiga tersebut.

Ide dan gagasan dia pun patut diacungi jempol. Bersama perangkat kelurahan dan kecamatan menelurkan ide Kampung Tangguh Covid-19 di Kelurahan Pinangjaya. Meski bukan wilayah hukum kerjanya, ia jadi motor penggerak di kampung tersebut dengan menjalankan fungsi bhabimkambtibmas.

"Kampung tangguh Covid-19 kami terus gerakan di berbagai sektor," katanya.

Di masa pandemi Covid-19, tentunya berbagai faktor dapat menurunkan daya beli masyarakat. Di Pinangjaya, ketahanan ekonomi khususnya ibu rumah tangga diberdayakan dengan batik home industry.

Kemudian di sektor ketahanan pangan, Dewi mengajak dan mendorong masyarakat memanfaatkan lahan sempit dengan budi daya hidroponik, bayam, dan sayur-sayuran lainnnya, serta tanaman obat dengan melibatkan kelompok tani wanita.

Sektor ketahanan kesehatan di Pinangjaya dan sekitar Kemiling sudah maksimal, seperti adanya sukarelawan penanganan Covid-19 dan pembagian masker. Selain itu ada wacana pendirian rumah aman isolasi bagi warga yang tidak mau isolasi mandiri.

Ketahanan keamanan di masa pandemi, melibatkan linmas dan poskamling digiatkan kembali.

Sementara di Kelurahan Beringinjaya sendiri dan kelurahan sekitar, Dewi terus aktif bekerja guna menekan angka penularan Covid-19. "Penyemprotan desinfektan, pembagian masker, dan social distancing seperti di pasar tempel dekat rumah, saya terjun preventif agar ada social distancing, kemudian memberikan arahan melibatkan pemuka agama di tempat ibadah saoal pentingnya social distancing dalam pencegahan korona. Meski kami sudah sosialisasi, masih saja ada masyarakat yang enggak open dan enggak peduli. Di situlah kerja kita harus maksimal mengedepankan upaya persuasif dan penuh kesabaran," katanya.

Karena kegigihannya, Dewi pun sudah diganjar berbagai penghargaan dari 2016-2020, baik dari Polda Lampung, Pemkot Bandar Lampung, hingga tingkat nasional.

EDITOR

Muharram Candra Lugina

loading...

Berita Terkait

Komentar