#ponpapua#pon

Kesuksesan Peparnas adalah Harga Diri Papua

Kesuksesan Peparnas adalah Harga Diri Papua
Ilustrasi--Atlet atletik National Paralympic Committee (NPC) Sumbar Mardianis berlatih di Stadion GOR H Agus Salim, Padang, Sumatera Barat, Senin (25/10/2021). ANTARA/Iggoy El Fitra


Jayapura (Lampost.co) -- Kesuksesan penyelenggaraan Pekan Paralimpiade Nasional (Peparnas) XVI adalah harga diri masyarakat Papua. Hal ini menunjukkan bahwa masyarakat Papua mampu menyelenggarakan kegiatan berskala nasional. 

"Peparnas adalah harga diri bagi masyarakat Papua. Jadi harus berhasil dari semua sisi," ujar Wakil Ketua II PB Peparnas XVI Papua, Hans Hamadi, dalam keterangan yang diterima Lampost.co, Senin, 1 November 2021.  

Baca: Atlet Lampung Peraih Medali PON Diguyur Bonus

 

Seluruh masyarakat Papua dikatakan Hans antusias menyambut kontingen maupun mendukung  kelancaran penyelenggaraan pesta olahraga bagi kawan penyandang disabilitas yang diadakan 
tiap empat tahunan sekali ini. Karena, seperti juga PON XX yang baru lalu, suksesnya  penyelenggaraan Peparnas akan membuka peluang Papua menggelar gelaran olahraga berskala nasional lainnya ke depan. Hal ini dikatakannya tentu akan membawa dampak positif bagi kehidupan masyarakat dari berbagai aspek beberapa waktu ke depan. 

"Kami ingin membuktikan kepada saudara-saudara kami. Bahwa kami telah siap untuk  melaksanakan nasional kedepan apapun juga kalau ada kegiatan," katanya. 

Indikator antusiasme terlihat dari banyaknya masyarakat yang mendaftarkan diri sebagai relawan. Mereka berasal semua kalangan masyarakat.  Bahkan, kata Hans, ada masyarakat dengan tingkat pendidikan yang tinggi yang secara sukarela juga mengajukan diri. Alasannya, mereka ingin membuktikan bahwa masyarakat Papua sudah mampu menyelenggarakan kegiatan olahraga tingkat nasional dengan sukses. 

"Ada pendaftar dengan latar belakang pendidikan strata dua yang berminat menjadi relawan dan bahkan ada Kepala Dinas," katanya. 

Terkait dengan relawan, ada empat kriteria yang menjadi syarat utama dalam perekrutan untuk ajang Peparnas. Di antaranya memiliki latar belakang pendidikan minimal SMA, memiliki pengalaman merawat penyandang disabilitas, memiliki hubungan keluarga dengan penyandang disabilitas, terakhir memiliki latar belakang sarjana. 

Sebanyak 1.500 relawan saat ini sudah direkrut yang berasal dari penduduk dari dua wilayah, yakni Kota Jayapura dan Kabupaten Jayapura. Pengaturan yang berkaitan dengan relawan adalah disesuaikan dengan cabang olahraga (cabor) yang memiliki pertandingan. Jumlah ini, yang akan melayani rombongan kontingen yang berjumlah sekitar 3.500 orang yang  akan menjadi bagian dari perhelatan Peparnas yang diselenggarakan dari mulai 2 hingga 15 November 2021.

EDITOR

Sobih AW Adnan

loading...




Komentar


Berita Terkait