#penganiayaan#disdukcapil

Kesepakatan Damai tak Setop Proses Hukum Pengeroyokan Petugas Disdukcapil Bandar Lampung

Kesepakatan Damai tak Setop Proses Hukum Pengeroyokan Petugas Disdukcapil Bandar Lampung
Rendi saat melaporkan peristiwa penganiayaan ke Mapolresta Bandar Lampung, Rabu, 1 September 2021. Lampost.co/Salda Andala


Bandar Lampung (Lampost.co) -- Kasus pengeroyokan terhadap Rendi Aditya yang dilakukan petugas Dinas Kependudukan dan Catatan Sipil (Disdukcapil) Kota Bandar Lampungberujung damai. Akan tetapi, proses hukum disebut tetap berlanjut.

Kapolresta Bandar Lampung, Kombes Ino Harianto mengatakan, kesepakatan damai dua pihak tidak serta-merta menggugurkan proses hukum. Siapa pun yang terlibat tetap dimintai keterangan.

"Perdamaian silakan saja. Mereka berdamai, tetapi tetap kita proses. Siapa yang terlibat di dalamnya kita mintai keterangan," kata Kapolres, Selasa 21 September 2021.

Baca: Korban Pengeroyokan Petugas Disdukcapil Bandar Lampung Cabut Laporan

 

Ia melanjutkan, beberapa orang yang terlibat atas pristiwa itu sudah dimintai keterangan. Status mereka baru ditetapkan sebatas saksi.

"Belum ditetapkan sebagai tersangka," katanya. 

Sementara itu, Inspektorat Kota Bandar Lampung juga sudah memeriksa empat orang pegawai Disdukcapil imbas dari kasus pengeroyokan di loket pelayanan beberapa pekan lalu tersebut. Mereka yang diperiksa terdiri dari dua orang Pegawai Negeri Sipil (PNS) dan dua tenaga kontrak.  

Inspektur Kota Bandar Lampung, Muhammad Umar menjelaskan, pihaknya sengaja memanggil beberapa oknum petugas demi mendalami kasus tersebut. 

Sebelumnya diberitakan, pemuda asal Kabupaten Lampung Barat (Lambar), Rendi Aditya (23) diduga menjadi korban penganiayan petugas Disdukcapil Kota Bandar Lampung, pada Rabu, 1 September 2021, sekitar pukul 10.00 WIB. 

Rendi menceritakan, kejadian itu berawal saat ia mendatangi kantor Disdukcapil untuk mengambil kartu keluarga (KK). Akan tetapi, dalam KK tersebut terdapat kesalahan sehingga dia meminta petugas untuk memperbaiki.

"Awalnya yang mengurus KK sepupu saya. Karena ada kesalahan, saya minta ganti. Tetapi petugas menyuruh saya untuk ambil akta kelahiran, padahal kesalahan bukan di penulisan nama tapi kenapa tertera gelar," katanya.

Karena saling kekeh, Rendi dan petugas pun telibat cekcok meski kemudian KK tersebut tetap diperbaiki.

Akan tetapi, ketika sudah beres, kata Rendi, salah satu petugas mengejar hingga tangga dan mendorong hingga terjatuh. Dia mengaku mengalami luka di bagian kepala, tangan, punggung, dan kaki.

"Saya dibentak sama petugas, lalu saya berdiri dan petugas itu ikut berdiri, tidak lama saya ditendang sampai jatuh ke lantai," katanya.

Rendi melaporkan kejadian tersebut ke Polresta Bandar Lampung dengan bukti laporan LP/B/1972/IX/2021/SPKT/POLRESTA BANDAR LAMPUNG/POLDA LAMPUNG. 

EDITOR

Sobih AW Adnan

loading...




Komentar


Berita Terkait