#beritainternasional

Kesaksian Warga yang Selamat dari Tragedi Halloween Itaewon

Kesaksian Warga yang Selamat dari Tragedi Halloween Itaewon
156 orang tewas terhimpit dalam insiden saat pesta Halloween di Korea Selatan. Foto: AFP


Seoul (Lampost.co) -- Seorang warga Australia yang selamat dari kerumunan massa yang menewaskan lebih dari 150 pengunjung pada saat perayaan Halloween di Itaewon, Korea Selatan (Korsel), menilai ada kesalahan manajemen keamanan.

Nathan Taverniti (24), mengatakan dirinya masih bergulat dengan emosional setelah salah satu temannya meninggal dalam tragedi Sabtu, 29 Oktober 2022, Itaewon. Tragedi itu berpusat di gang sempit menuruni bukit yang membentang di antara deretan toko bagian depan yang padat dan Hotel Hamilton yang terkenal.

Banyaknya pendatang yang mengikuti acara tersebut, jalan menjadi tersumbat dan beberapa jatuh hingga terguling satu sama lain, kekurangan oksigen dan kehilangan nyawa.

Baca juga: Sosok Pria "Bertelinga Kelinci" Diduga Penyebab Tragedi Halloween di Itaewon

Kurang lebih 100.000 pengunjung pesta yang berbondong-bondong ke Itaewon untuk perayaan Halloween selama akhir pekan. Beberapa ahli juga mengatakan seharusnya menjadi keputusan yang jelas bagi pihak berwenang. Untuk sementara memblokir beberapa jalur dan perbukitan yang terkenal sempit di lingkungan itu.

“Jika pemerintah tahu akan ada banyak orang di sana, dan akan ada penyumbatan jalan, seharusnya ada cukup polisi dan layanan darurat di sana yang siaga,” kata Taverniti, Yahoo News, Jumat 4 November 2022.

Taverniti juga mengatakan tidak merasakan sesuatu yang buruk akan terjadi hingga beberapa wanita di dekatnya tampaknya terpeleset dan jatuh. Orang-orang di dekatnya mencoba membantu mereka kembali. Namun, dia tidak bisa lagi melihat di mana ketiga temannya berada.

Taverniti berteriak ke bar dan klub untuk membuka pintu mereka dan membiarkan beberapa orang masuk untuk meredakan kerumunan, tetapi tidak ada yang mendengarnya.

“Beberapa petugas polisi tiba sekitar setengah jam kemudian dan orang-orang di kerumunan membantu menarik mereka yang terluka sebelum lebih banyak petugas tiba kemudian,” ujarnya.

Dia kemudian menemukan salah satu temannya di antara deretan mayat tak sadarkan diri yang tergeletak di trotoar.

Taverniti berhasil menemukan dua temannya yang lain dirawat di rumah sakit. Dia juga berencana untuk tinggal di Seoul sedikit lebih lama untuk memastikan pemulihan yang stabil dari teman-temannya yang dirawat di rumah sakit.

“Saya percaya 100 persen kejadian ini adalah akibat dari salah urus pemerintah dan kurangnya kemampuan karena saya tahu bahwa acara Halloween selalu sebesar ini di Itaewon,” pungkasnya.

EDITOR

Effran Kurniawan


loading...



Komentar


Berita Terkait