#palestina

Kesaksian Pemuda Palestina, Membawa Semangat Keluarga Menimba Ilmu di Lampung

Kesaksian Pemuda Palestina, Membawa Semangat Keluarga Menimba Ilmu di Lampung
Mohammad Zyad Alshurafa, mahasiswa Unila asal Palestina. Istimewa


Bandar Lampung (Lampost.co) -- Perang di Jalur Gaza meninggalkan luka batin tersendiri bagi Mohammad Zyad Alshurafa, mahasiswa asal Palestina yang sedang berkuliah di Universitas Lampung (Unila). Di tengah-tengah studi, rumahnya luluh lantak akibat serangan militer di jalur Gaza pada Mei 2021 lalu.

Melalui telepon genggamnya, ia memperoleh berita dari media massa seputar perang di Jalur Gaza yang tak berkesudahan.

“Termasuk ketika rumah saya hancur dan keluarga saya semuanya harus dirawat di rumah sakit. Itu saya ketahui bukan dari kabar mereka langsung, tetapi dari media. Saya lihat rumah hancur dan fotonya ditampilkan di media online. Kondisi itu sempat membuat saya sulit untuk fokus belajar,” ujar Mohammad Zyad, Jumat, 11 Februari 2022. 

Rasa putus asa sempat dialami Mohammad. Ia menawarkan diri kepada keluarganya, untuk tidak melanjutkan studi dan kembali ke Gaza untuk membantu orang tua. Namun, Zyad dan Neibal, selaku ayah dan ibu melarangnya.

“Orang tua berharap saya bisa memperoleh pendidikan dan pekerjaan yang lebih baik di Indonesia. Itulah kenapa saya terus bersemangat belajar ilmu komputer, termasuk merantau ke Surabaya untuk mulai magang di Sevima,” ungkap Mohammad.

Ia kerap mengalami kesulitan dalam belajar dan terbayang-bayang dengan perang yang terus terjadi di kampung halamannya. Namun, dia selalu ingat dengan pesan orang tuanya untuk mengubah nasib keluarga dengan menjadi sarjana dan berkarir di tempat yang lebih baik.

“Walaupun Palestina sedang dilanda peperangan, saya percaya tidak selayaknya tangan di bawah. Kita tidak selayaknya bergantung pada bantuan orang lain. Nasib kita hanya bisa diubah diri kita sendiri dan salah satu caranya dengan menguasai ilmu pengetahuan,” kata dia.

Sementara itu, Wakil Rektor Bidang Perencanaan, Kerja sama, dan TIK Unila Prof. Suharso, mengatakan kehadiran Mohammad di Unila bermula dari kerja sama kampus tersebut dengan Palestina. Unila mendanai lima mahasiswa asal Palestina untuk berkuliah secara gratis di kampus negeri kebanggaan masyarakat Lampung ini.

“Kami carikan dana untuk beasiswa juga mendukung Mohammad dan kawan-kawannya untuk berjuang melanjutkan studi. Harapannya, Mohammad bisa mempromosikan persahabatan antarbangsa sekaligus membantu Palestina yang sedang dalam kesulitan,” ungkap Suharso. 

 

EDITOR

Effran Kurniawan

loading...




Komentar


Berita Terkait