#Covid-19

Kesadaran Warga Dinilai Rendah, Pringsewu Kembali ke Zona Merah Covid-19

Kesadaran Warga Dinilai Rendah, Pringsewu Kembali ke Zona Merah Covid-19
Rapat antara Pemkab dan Panitia Anggaran DPRD Pringsewu membahas anggaran covid-19 di ruang rapat dewan, Senin, 6 April 2020. Lampost.co/Widodo


Pringsewu (Lampost.co) -- Ketua Gugus Tugas Penanganan Covid-19 Kabupaten Pringsewu, Suherman mengajak masyarakat untuk lebih patuh terhadap protokol kesehatan (prokes). Anjuran ini dinilai penting mengingat Pringsewu kembali masuk ke zona merah penyebaran Covid-19. 

Menurut Suherman, kembalinya Pringsewu menjadi zona merah karena faktor perilaku masyarakat yang kurang patuh terhadap protokol kesehatan.

"Untuk menyikapi kondisi pandemi agar tidak terus bertambah pasien positif adalah tergantung kesadaran kita masing-maing. Patuhi 3M, memakai masker, mencuci tangan, dan menjaga jarak adalah satu-satunya jalan untuk bisa menghindar dari penularan virus korona," kata Suherman, Selasa, 19 Januari 2021. 

Suherman meminta warga tidak menganggap enteng Covid-19. Sebab virus ini benar-benar ada dan jangan sampai warga yang abai itu menyebabkan banyak yang terinfeksi.

"Sekali lagi, pakai masker, jaga jarak, dan mencuci tangan adalah cara paling tepat untuk menjaga virus korona menyebar," kata dia.

Upaya lain agar Pringsewu kembali menjadi zona oranye atau hijau adalah dengan menggencarkan sosialisasi prokes ke masyarkatat melalui kepala pekon hingga RT. 

"Sebenarnya Tim Gugus sudah bekerja maksimal. Tetapi kembali lagi kepada kesadaran masyarakat. Jangan sampai kita selaku masyarakat jenuh untuk mematuhi protokol kesehatan," ungkapnya.

Siap divaksin

Sementara Suherman yang juga menjabat Ketua DPRD Pringsewu itu mengaku siap untuk divaksin Covid-19. Tetapi sampai saat ini belum mendapatkan informasi kapan waktu pelaksanaan vaksinasi.

Dia menambahkan terkait pelaksanaan vaksinasi khusus untuk Muspida, Suherman mengaku belum mendapatkan informasi Tim Gugus Tugas Provinsi Lampung.

"Tetapi prinsipnya saya siap untuk ikut vaksinasi," kata dia.  

EDITOR

Sobih AW Adnan

loading...




Komentar


Berita Terkait