#korupsi#hukum#beritalampung

Kerugian Negara Rp481 Juta Korupsi Pasar Cindrawasih Dikembalikan

Kerugian Negara Rp481 Juta Korupsi Pasar Cindrawasih Dikembalikan
Kejari Metro menyerahkan uang kerugian negara korupsi rehabilitasi pasar Cindrawasih Metro, Senin, 22 Maret 2021. Lampost.co/Bambang


Metro (Lampost.co) – Uang kerugian negara dari kasus dugaan korupsi rehabilitasi pasar Cindrawasih sebesar Rp481,68 juta dikembalikan kepada Kejaksaan Negeri (Kejari) Kota Metro. Uang tersebut pun langsung diserahkan jaksa ke rekening negara.

Perkara tersebut menyeret dua tersangka, yaitu P sebagai kuasa pengguna anggaran (KPA) dan S sebagai rekanan proyek tersebut.

Kepala Kejari Kota Metro, Virginia Hariztavianne, mengatakan kerugian dalam dugaan korupsi rehabilitasi pasar Cindrawasih mencapai Rp481,68 juta. Nilai tersebut telah dikembalikan seluruhnya dalam dua tahap.

"Pertama pada 16 Februari 2021 sebesar Rp25 juta dan 22 Maret 2021 ini kami mengembalikan kerugian uang negara sebesar Rp456,68 juta," kata Virginia, Senin, 22 Maret 2021.

Kasi Pidsus Kejari Kota Metro, Subhan, mengatakan pihaknya terus menyelidiki korupsi rehabilitasi pasar Cindrawasih. Dalam perkembangannya, penyidik telah memeriksa 27 saksi.

Dia menjelaskan, pihaknya menerima uang pengganti pertama dari Ardiansyah sebesar Rp25 juta yang memfasilitasi tersangka S untuk mendapatkan rekomendasi perusahaan untuk proyek tersebut.

"Tersangka S menghubungi Ardiansyah dan menemui Direktur Perusahaan. Kemudian perusahaan tersebut dipakai tersangka S untuk mengikuti proses lelang terhadap rehabilitasi pasar Cindrawasih," ujarnya.

Kemudian, kerugian negara kedua diterima dari Iwan Tanpati, yang merupakan anak dari Hendri alias Aan yang sudah meninggal dunia. Dalam kaitannya, Hendri bersama tersangka S akan mengerjakan rehabilitasi pasar Cindrawasih.

Sementara itu, untuk penyidikan lebih lanjut, pihaknya akan melakukan pemeriksaan kembali terhadap kedua orang tersangka di Rutan Kelas II A Kota Metro, pada Kamis, 24 Maret 2021. Kemudian dilanjutkan pemeriksa saksi. Mereka akan saling bersaksi satu sama lain," kata dia.

Dia melanjutkan, walaupun kerugian negara telah dikembalikan, proses hukum akan tetap berjalan.

EDITOR

Effran Kurniawan

loading...




Komentar


Berita Terkait