#Narkoba#ekonomi

Kerugian Lampung Akibat Peredaran Narkoba Capai Rp1,4 Triliun

Kerugian Lampung Akibat Peredaran Narkoba Capai Rp1,4 Triliun
Kepala Bidang Penindakan dan Penyidikan Kantor Wilayah Direktorat Jenderal Bea dan Cukai (DJBC) Sumatera Bagian Barat, Kunto Prasti Trenggono. Lampost.co/Triyadi Isworo


Bandar Lampung (Lampost.co) -- Penyalahgunaan narkoba bukan hanya merusak masa depan generasi bangsa, tetapi juga menimbulkan kerugian ekonomi. Untuk tingkat nasional, jumlah kerugian ini ditaksir mencapai Rp75 triliun. Sementara di Lampung mencapai Rp1,4 trilun setiap tahunnya.

Kepala Bidang Penindakan dan Penyidikan Kantor Wilayah Direktorat Jenderal Bea dan Cukai (DJBC) Sumatera Bagian Barat, Kunto Prasti Trenggono mengatakan peredaran narkoba sudah mengganggu semua aspek kehidupan. Termasuk, ekonomi. 

"Dampak ekonominya banyak. Banyak saudara kita yang menggunakan narkoba yang membutuhkan uang dan makin lama kian besar. Kebanyakan untuk membeli narkotika ini asalnya dari luar negeri. Yang menikmatinya sindikat-sindikat itu. Transaksi narkotika ini kan underground tak terlihat tetapi bahayanya nyata di bidang ekonomi," kata Kunto saat talkshow Economic Corner Metro TV Lampung bersama Wakil Pimpinan Redaksi Lampung Post, Dominikus Widodo, Jumat, 2 Juli 2021. 

Baca: Peran Bank dalam Permodalan UMKM Harus Ditingkatkan

 

Kunto juga mengatakan, masuknya narkoba dari luar negeri menuju Indonesia memiliki banyak modus dan jalur. Ada bentuk narkoba yang sudah jadi maupun dalam bentuk bahan-bahan pembuatan narkoba yang nantinya diproduksi di Indonesia.

Dari hasil pemetaan Badan Narkotika Nasional (BNN) dan kepolisian, konsumen narkoba di Lampung itu ada dan potensi untuk terus bertambah. 

"Lampung merupakan jalur dari Sumatra masuk Jawa. Banyak pengungkapan dari kepolisian tertangkap di pelabuhan," katanya.

Pihaknya secara rutin melakukan tes urine kepada jajaran internal pegawai. Kemudian pemetaan dan pengawasan dari tim yang ada di Bea Cukai di setiap daerah, lalu mengembangkan aplikasi untuk mendeteksi penumpang yang menggunakan transportasi serta pengembangan jaringan komunikasi kepada negara tetangga dan sebagainya. 

Pihaknya juga memiliki Program Berantas Sindikat Narkoba (Bersinar) sebagai bentuk operasi terpadu semua unit bea cukai di seluruh Indonesia secara serentak melakukan bersih-bersih sindikat narkoba yang menjadi targetnya. Sinergiritas antara BNN dan kepolisian juga terua dioptimalkan agar penegakan hukum bisa maksimal.

"Narkoba merupakan musuh bersama dan harus ditangani secara bersama-sama," katanya.

Economic Corner merupakan program mingguan Metro TV Lampung yang mengupas berbagai isu ekonomi terkini. Program ini didukung oleh IDX Lampung, FEB Universitas Lampung, Radisson Lampung Hotel, Kanwil DJBC Sumatra Bagian Barat, Universitas Islam Negeri (UIN) Raden Intan Lampung. 

EDITOR

Sobih AW Adnan

loading...




Komentar


Berita Terkait