tenggelamterseretarus

Kerap Makan Korban, Orangtua Diminta Awasi Anak Saat Main Hujan

Kerap Makan Korban, Orangtua Diminta Awasi Anak Saat Main Hujan
Foto. Dok Basarnas Lampung


BANDAR LAMPUNG (Lampost.co) -- Saat musim hujan, biasanya banyak dimanfaatkan anak-anak untuk bermain air. Baik itu bermain hujan hingga berenang di sungai atau pun parit. Celakanya, karena luput dari pantauan dan pengawasan orang tua, anak-anak yang bermain hujan tersebut kerap menjadi korban karena terjatuh, atau terseret derasnya arus.

Berdasarkan catatan Lampost.co, setidaknya ada 5 kasus anak terseret arus sungai dan parit saat bermain hujan sejak Januari hingga Juni 2020. Ada empat kejadian di Bandar Lampung, dan satu di daerah Fajarbaru, Lampung Selatan, berbatasan dengan kota Bandar Lampung.

Baca juga: Terseret Arus Hingga 3 Km, Rei Ditemukan Meninggal

 

Pertama, seorang anak bernama Akbar (10) terseret arus sungai, di talud yang terletak di Gang Anyelir, Kampung Baru, Kelurahan Kupang Teba, Kecamatan telukbetung Utara, pada Selasa sore, 7 Januari 2020, sekitar pukul 16.00. Akbar pun ditemukan tak bernyawa keesokan harinya, di Peraiaran Panjang, dekat PT Daya Radar Utama.

Kedua, seorang bocah bernama M Rohim (8),  warga yang hilang terseret derasnya saluran air, pada Selasa 14 April 2020 sore, di Jalan Soekarno Hatta, (bypass) dekat Supermarket Indo Grosir. Sebelumnya korban sempat bermain hujan di saluran air, namun terseret kencangnya arus. Almarhum ditemukan keesokan harinya sekitar 3 km dari tempatnya pertama kali terjatuh.

Ketiga, bocah Bernama Fachrija (6), warga Jalan Seokarno Hatta, Kampung Bayar Atas, Campang Raya, Sukabumi, terjatuh di irigasi di Jalan Alimudin Umar Gang Rawan, Campang Raya, Sukabumi. Ia ditemukan meninggal di hari yang sama, Kamis 30 April 2020, saat bermain hujan sekitar 50 meter dari tempat dia terjatuh.

Keempat, Bocah berusia 2 tahun bernama Kenzo Prasetya Aji warga Desa Tanah Luhur, Fajar Baru, Jati Agung, Lampung Selatam, hilang pada Kamis 28 Mei 2020 di aliran sungai belakang rumahnya. Kendati saat itu anaknya tidak bermain hujan-hujanan, dan mandi di kali. Almarhum ditemukan tim gabungan keesokan harinya, sekitar 15 km dari kali ia terjatuh.

Teranyar, bocah bernama Rei Arijo Pramata, (10), warga Jalan Metru, Kelurahan Tanjung Raya, Kecamatan Kedamaian, Bandar Lampung, diduga hanyut terbawa arus sungai yang tak jauh dari kediamannya, Senin 1 Juni 2020, sekitar 14.30 WIB. Bocah tersebut akhirnya ditemukan dalam keadaan meninggal, pada Selasa, 2 Juni 2020 di aliran sungai curup Sawer, Kecamatan Kedamaian.

Terjadinya kasus anak terseret arus sungai, sejak awal Januari hingga Juni 2020, agar dijadikan pelajaran bagi orang tua, yang harus aware, dan mengawasi anaknya, terutama  ketika hendak bermain saat hujan.

"Agar para orang tua supaya lebih memperhatikan anak-anaknya ketika bermain di cuaca ekstrem / hujan deras karena banyak musibah yg disebabkan oleh cuaca ekstrem tersebut," ujar Humas Basarnas Lampung Deni Kurniawan, Selasa 2 Juni 2020.

 

EDITOR

Winarko


loading...



Komentar


Berita Terkait