#kerajinangerabah#beritalamsel#ekbis

Kerajinan Gerabah di Tengah Pandemi Butuh Bantuan Modal

( kata)
Kerajinan Gerabah di Tengah Pandemi Butuh Bantuan Modal
Perajin gerabah di Natar, Lampung Selatan. Lampost.co/Andi Apriadi


Kalianda (Lampost.co): Pandemi Covid-19 justru berdampak positif terhadap industri gerabah di kawasan sentra kerajinan gerabah di Kecamatan Natar, Kabupaten Lampung Selatan. Pasalnya, banyak pesanan pot gerabah menjadi komoditas yang paling diminati mengikuti naiknya tren pecinta tanaman hias di masa pandemi. 

Lonjakan permintaan terhadap produk kerajinan tanah liat tersebut menandakan geliat gerabah meningkat di tengah wabah covid-19. Untuk memenuhi pesanan, perajin harus lembur. Bahkan warga setempat yang tidak berprofesi sebagai perajin pun turut dipekerjakan guna membantu menuntaskan pesanan. 

Perajin gerabah, Wawan, mengatakan meningkatnya industri gerabah terdorong trend pecinta tanaman saat ini yang mulai digemari oleh sebagian masyarakat di Indonesia khususnya di Provinsi Lampung. 

"Permintaan gerabah seperti guci, kursi kaca, tapi paling banyak yang dipesan saat ini pot bunga berbagai ukuran. Karena untuk mengisi waktu di tengah pandemik ini mempercantik tamanan di rumah," ujarnya, Minggu, 25 Oktober 2020.

Kendati demikian, lanjut Wawan, para perajin gerabah mengaku, dimasa pandemik masih kesulitan permodalan serta tenaga perajin yang biasanya didatangkan dari pulau jawa.

"Kami berharap ada bantuan dari pemerintah agar usaha seperti kami ini terus berjalan di tengah pandemi covid-19 ini," paparnya. 

Ia pun mengungkapkan pada awal pandemi banyak perajin gerabah memilih tidak memproduksi karena takut tidak mampu membayar karyawan. Namun sejak memasuki new normal atau kebiasaan baru membuat perajin kembali banjir pesanan.

"Sekarang yang pesan bukan hanya dari pelanggan saja. Tapi sekarang banyak pembeli baru datang langsung kesini," ungkapnya. 

Dia menambahkan, untuk harga produk kerajinan gerabah dijual dengan harga bervariasi. Mulai dari puluhan ribu hingga jutaan rupiah, sesuai bentuk dan ukuran produk kerajinan.  

"Harga dari kisaran Rp50 ribu hingga Rp1 juta, tergantung bentuk dan ukuran. Para pengunjung bisa datang langsung kesini sambil melihat proses pembuatannya," pungkasnya. 

EDITOR

Adi Sunaryo

loading...




Berita Terkait


Komentar