#nuansa#virus-corona#covid-19

Keputusan Tanggung

( kata)
Keputusan Tanggung
Ilustrasi - Medcom.id.


Muhharam Candra Lugina

Wartawan Lampung Post

PANDEMI Covid-19 membuat berbagai sektor ikut terimbas, terutama kehidupan masyarakat dan ekonomi. Kehidupan masyakat kini dihantui ganasnya virus yang sudah merenggut ribuan jiwa di dunia tersebut.

Dalam menangani pandemi tersebut, Pemerintah Pusat mengeluarkan sejumlah jurus untuk memutus penyebaran virus yang awalnya datang dari Wuhan, Tiongkok, itu. Sejumlah kementerian pun melakukan sejumlah kebijakan untuk meminimalisasi penyebaran Covid-19 yang sudah dinyatakan sebagai bencana nasional tersebut.

Salah satunya dilakukan Kementerian Hukum dan HAM yang memberikan program asimilasi dan integrasi bagi narapidana dan anak untuk menekan penyebaran Covid-19 di lingkungan lembaga pemasyarakatan atau rumah tahanan negara.

Jumlah narapidana dan anak di seluruh Indonesia yang mendapatkan program tersebut sekitar 30 ribuan. Dari jumlah itu, 2.416 narapidana dan anak di Lampung mendapatkan program tersebut.

Namun, pembebasan para napi tersebut justru menimbulkan kekhawatiran baru di masyarakat akan meningkatnya tindak kriminal di tengah terpuruknya ekonomi di Indonesia.

Kekhawatiran tersebut cukup beralasan karena dari pemberitaan di media televisi maupun cetak, seperti di Malang, napi yang mendapatkan program asimilasi dan integrasi kembali berulah dengan melakukan aksi pencurian sepeda motor dengan alasan untuk memenuhi kebutuhan ekonomi.

Apa yang dilakukan Kemenkumham mengeluarkan program asimilasi dan integrasi bermaksud baik untuk memutus rantai penyebaran virus. Namun, di sisi lain, para mantan napi tidak diberikan faktor pendukung saat mereka berada di luar tahanan agar tidak mengulangi lagi perbuatannya.

Tanpa modal, baik uang atau keahlian, tentunya akan menyulitkan para mantan napi itu untuk bisa kembali menata kehidupannya. Kesempatan untuk mendapatkan pekerjaan pun semakin sulit mengingat banyak perusahaan yang justru merumahkan atau mem-PHK para karyawannya karena kondisi ekonomi yang terpuruk.

Untuk itu, pengambilan keputusan harus dipikirkan matang-matang. Jangan sampai di satu sisi bermaksud baik, tapi di sisi lain justru menimbulkan masalah baru. Kita hanya bisa berharap kondisi ini cepat berakhir. Situasi yang normal kembali dirasakan masyarakat sehingga bisa menjalani kehidupan tanpa dibayangi ketakutan terpapar virus Covid-19 dan kesulitan ekonomi.

EDITOR

Bambang Pamungkas

loading...




Berita Terkait


Komentar