#kriminal#curanmor#beritatulangbawang

Kepergok Mencuri Motor, Pemuda Asal Ujunggunung Ditangkap Warga

( kata)
Kepergok Mencuri Motor, Pemuda Asal Ujunggunung Ditangkap Warga
Pelaku (duduk) dan barang bukti motor yang hendak dicuri saat diamankan di Mapolsek Menggala. Foto: Dok


Menggala (Lampost.co): RP tertangkap basah ketika hendak membawa kabur motor korban. Remaja 17 tahun asal Jalan Mega, Kelurahan Ujunggunung, Kecamatan Menggala, Tulangbawang itu kepergok sang pemilik ketika tengah beraksi.

RP sempat berusaha melarikan diri ketika aksinya diketahui korban Mirzan Joni (35) warga Kelurahan Ujunggunung. Namun gagal, lantaran korban mengejarnya sambil meneriaki maling, sehingga mengundang massa yang ada di sekitar lokasi kejadian dan berhasil menangkap pelaku.

Kapolres Tulangbawang AKBP Andy Siswantoro melalui Kapolsek Menggala Iptu Mangara Panjaitan mengatakan pelaku beraksi pada, Sabtu, 29 Agustus 2020 sekitar pukul 16.30 WIB di sebuah warung yang berada di Kelurahan Ujung Gunung.

Tersangka mencoba membawa kabur motor Honda Revo BE-7919-SM warna hitam milik korban yang terparkir di samping warung milik orang tua Mirzan Joni. Ternyata aksi RP diketahui korban, ketika pelaku tengah berusaha menghidupkan motor menggunakan kunci leter T.

"Saat sedang berada di gudang warung, korban mendengar suara tak dari samping warung tempat korban memarkirkan sepeda motornya. Korban langsung keluar dan melihat pelaku sedang mencongkel kunci kontak sepeda motor miliknya menggunakan kunci leter T," kata Iptu Panjaitan.

Menyadari aksinya dipergoki korban, lanjut dia, pelaku langsung melarikan diri. Namun korban mengejarnya sambil meneriaki maling. Warga yang mendengar teriakan korban langsung membantu menangkap pelaku.

"Dari hasil penggeledahan terhadap badan pelaku berhasil ditemukan barang bukti kunci leter T dan sebilah senjata tajam jenis pisau garpu," katanya. 

Saat ini pelaku tengah dilakukan pemeriksaan secara intensif di Mapolsek Menggala. RP dijerat dengan Pasal 363 KUHPidana tentang Pencurian Dengan Pemberatan dengan ancaman maksimal tujuh tahun penjara.

EDITOR

Adi Sunaryo

loading...


Berita Terkait



Komentar