#politik

Kepercayaan Publik Terhadap Parpol Rendah

Kepercayaan Publik Terhadap Parpol Rendah
Kepercayaan terhadap parpol. Ilustrasi


Jakarta (Lampost.co) -- Survei Indikator Politik Indonesia (IPI) menyebutkan tingkat kepercayaan terhadap partai politik berada di posisi terendah.  


Hasil survei yang diumumkan Indikator Politik Indonesia itu menunjukkan tingkat kepercayaan publik terhadap partai politik (parpol) berada di urutan terbawah, yaitu 54 persen. Angka tersebut tertinggal dari DPR sebesar 61 persen, DPD 65 persen, dan MPR 67 persen.

 “Ada ekspektasi yang tinggi kepada partai politik, tetapi sebagian ekspektasi itu tidak bisa dijalankan dengan baik oleh elite partai. Itu yang kemudian (menyebabkan) tingkat trust (kepercayaan) publik terhadap partai rendah,” kata Direktur Eksekutif Indikator Politik Burhanuddin Muhtadi dilansir Antara, Senin, 4 April 2022.

Baca juga: Kepercayaan Publik Terhadap KPK Anjlok

Burhanuddin menyebutkan kurangnya kepercayaan publik, yang diwakili 1.200 responden survei terhadap partai politik kemungkinan karena kasus-kasus korupsi yang menyeret elite partai. Selain itu, parpol juga dinilai tidak menyerap aspirasi publik dengan baik.

“Publik melakukan semacam generalisasi karena terlalu banyak kasus (korupsi) yang melibatkan elite partai. Itu membuat memori publik kurang positif terhadap partai politik,” kata dia.

Meski demikian, partai politik adalah salah satu lembaga yang memungkinkan demokrasi dipraktikkan di Indonesia. Dengan demikian, publik tidak punya opsi lain selain mendorong partai politik untuk memperbaiki diri.

“Kami tidak punya pilihan lain, (karena) kalau mau berdemokrasi (hanya bisa) lewat partai politik, dan partai dibenahi supaya tidak terkena racun-racun korupsi atau isu-isu lain,” papar dia.

Burhanuddin juga menyoroti tingkat kepercayaan MPR, DPR, dan DPD, karena ketiganya menempati posisi bawah. Menurut Burhanuddin, tiga lembaga itu juga harus bebenah dan memperbaiki kinerjanya, karena ketiganya merupakan wajah demokrasi di Indonesia.

 Tingkat kepercayaan publik terhadap DPR, DPD, dan MPR lebih rendah dari pada lembaga negara lainnya seperti Kejaksaan (74 persen), KPK (74 persen), pengadilan (74 persen), Polri (76 persen), Mahkamah Konstitusi (78 persen), Mahkamah Agung (79 persen), Presiden (85 persen), dan TNI di posisi teratas (93 persen).

Burhanuddin menyampaikan tingkat kepercayaan publik terhadap TNI mulai naik sejak 12 tahun terakhir, merujuk pada data survei Indikator Politik Indonesia. Ia menilai tingkat kepercayaan publik terhadap TNI menempati posisi teratas karena masyarakat mendukung sikap TNI yang menarik diri dari politik praktis.

“TNI pada masa-masa awal termasuk kena dampak reformasi, karena dianggap bagian dari rezim Orde Baru. Trust publik saat itu tidak tinggi, tetapi baru 2010 ke atas, kami baru punya data, the most trusted institution (lembaga yang paling dipercaya publik) di Indonesia itu TNI,” kata Burhanuddin.

Indikator Politik Indonesia menggelar survei terkait demokrasi, tingkat kepercayaan publik terhadap lembaga negara, isu-isu aktual, dan proyeksi Pemilu 2024 pada 11–21 Februari 2022.

Survei itu melibatkan 1.200 responden yang merupakan sampel dari 34 provinsi. Tingkat kepercayaan survei itu mencapai 95 persen dengan margin of error +- 2,9 persen.

 

 

EDITOR

Effran Kurniawan


loading...



Komentar


Berita Terkait