#hukum#vonis#rsudsukadana

Kepala Ruangan  VIP RSUD Sukadana Divonis 14 Bulan

Kepala Ruangan  VIP RSUD Sukadana Divonis 14 Bulan
Sidang kepala ruangan VIP RSUD Sukadana. (Foto:Lampost/Asrul SM)


Bandar Lampung (Lampost.co) -- Kepala Ruang Rawat Inap  VIP RSUD Sukadana, Lampung Timur, BJ Zulkifli (40), divonis  satu tahun dua bulan penjara atau 14 bulan.

Ia juga dituntut membayar denda Rp50 juta subsider tiga bulan penjara. Selain itu, Zulkfli divonis  membayar uang pengganti Rp23,1 juta. Terdakwa pun telah memulangkan kerugian negara secara penuh yang dititipkan ke Kejari Lampung Timur.

Atas Vonis tersebut, hingga saat ini Jaksa Penuntut Umum (JPU) masih belum mengambil sikap, apakah akan mengajukan banding, atau menerima putusan yang dijatuhkan Majelis Hakim. JPU masih memilki batas waktu, hingga 16  Juni 2022 untuk menentukan sikap.


"Kami masih pikir-pikir hingga saat ini," ujar JPU M. Habi Hendarso, saat dikonfirmasi pada Minggu, 12 Juni 2022. Hal itu karena vonis hakim lebih rendah dari tuntuntan JPU.

Dalam perkara tersebut, Ketua Majelis Hakim Hendro Wicaksono, menyatakan Zulkifli  terbukti melanggar  Pasal 3 ayat (1) Jo. Pasal 18  Undang-Undang RI Nomor 31 Tahun 1999 tentang Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi selambagaimana telah diubah dengan Undang-Undang RI No. 20 Tahun 2001 tentang Perubahan atas Undang-Undang RI No. 31 Tahun 1999 tentang Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi Jo. Pasal 55 ayat (1) ke-1 KUH Pidana. Sidang vonis tersebut berlangsung pada, 9 Juni 2022.

Hal yang memberatkan terhadap vonis terdakwa yakni, menghambat program pemerintah, dalam memberantas tindak pidana korupsi. Sedangkan, hal yang meringankan, terdakwa berlaku sopan di persidangan, belum pernah dihukum, dan mengembalikan kerugian negara.

Perbuatan terdakwa bermula pada januari hingga juli 2021. Total ada 194 pasieng yang dirawat di kamar VIP, RSUD Sukadana, Lampung Timur. Dari total pasien tersebut, terdapat pembayaran tujuh pasien yang membayar ke terdakwa melalui admin kamar Inap yakni Deby dan Reni Jenita. Namun, uang tersebut tidak disetorkan ke kasir Rumah sakit melainkan dipegan sendiri oleh terdakwa.

Dari hasil audit Inspektorat Pemkab Lampung Timur, terdapat kekurangan pembayaran Rp. 23,1 juta. Uang tersebut diambil oleh terdakwa untuk kepentingan pribadi.

Modusnya, terdakwa menjabat selaku Kepala Ruang Rawat Inap VIP RSUD mengarahkan kepada perawat–perawat yang ada di Ruang Rawat Inap VIP RSUD Sukadana, agar uang hasil pembayaran biaya Rawat Inap yang diterima langsung dari keluarga Pasien, dikumpulkan untuk kas ruangan saja.

Kemudian terdakwa  meminta salah satu perawat bernama Raden Ayu untuk memegang uang kas ruangan tersebut. Uang tersebut diklaim terdakwa digunakan untuk keperluan jalan- jalan bersama dan dibagi untuk THR saat Lebaran.

EDITOR

Sri Agustina


loading...



Komentar


Berita Terkait