#korupsi#pengadilan#kades

Kepala Pekon Way Kunyir Dijebloskan ke Penjara

Kepala Pekon Way Kunyir Dijebloskan ke Penjara
Kepala Pekon Way Kunyir, Kecamatan Pagelaran Utara ditangkap atas dugaan korupsi anggaran desa. Istimewa


Pringsewu (Lampost.co) -- Kepala Pekon Way Kunyir, Kecamatan Pagelaran Utara, Kabupaten Pringsewu, Suparman (44), ditangkap penyidik Unit Tipidkor Sat Reskrim Polres Pringsewu. Penangkapan itu terkait kasus korupsi anggaran desa.


Kasat Reskrim Polres Pringsewu, Iptu Feabo Adigo Mayora Pranata membenarkan penahanan tersebut. Suparman ditangkap pada Kamis, 23 Desember 2021, hingga 20 hari ke depan guna mempermudah proses penyidikan yang dilakukan petugas.

"Kami melakukan penangkapan sekaligus penahanan terhadap Kepala Pekon Way Kunyir Kecamatan Pagelaran Utara Kabupaten Pringsewu, atas dugaan terlibat kasus korupsi anggaran pendapatan dan belanja Pekon Way Kunyir tahun 2019," kata dia mewakili Kapolres Pringsewu AKBP Rio Cahyowidi, Jumat, 24 Desember 2021.

Ia menambahkan, pada tahun 2019 Pekon Way Kunyir memiliki APB sebesar Rp1.584.568.227. Dana tersebut berasal dari beberapa sumber antara lain dana desa sebesar Rp995.761.000, bagi hasil pajak dan retribusi Rp18.763.227, alokasi dana Pekon Rp512.620.000, dan pendapatan lain lain sebesar Rp57.423.000.

Namun dalam pelaksanaanya tersangka diduga melakukan pengelolaan pendapatan dan belanja pekon tidak sesuai dengan ketentuan untuk mendapatkan keuntungan pribadi.

"Tersangka selaku kuasa pengguna anggaran (KPA) mengelola APB Pekon tanpa melibatkan bendahara. Kecurangan yang dilakukannya antara lain membuat nota belanja fiktif dan mark up harga belanja barang," ungkapnya.

Setelah dilakukan perhitungan oleh tim audit dari Inspektorat Kabupaten Pringsewu dari terdapat kerugian negara sebesar Rp280.951.178.

"Keuntungan pribadi yang didapatkan tersangka, kemudian dipergunakan untuk membayar hutang dan pembiayaan kebutuhan hidup sehari-hari," ungkapnya.

Atas perbuatannya, tersangka dikenakan Pasal 2 dan pasal 3 UU nomor 31 tahun 1999 tentang Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi dan UU Nomor 20 tahun 2021 dengan ancaman 20 tahun penjara.

EDITOR

Winarko


loading...



Komentar


Berita Terkait