#pemerasan#pengancaman#wartawan

Kepala Madrasah di Tubaba Curhat Diperas Wartawan

Kepala Madrasah di Tubaba Curhat Diperas Wartawan
Tangkapan layar ancaman oknum wartawan di Tubaba melalui pesan instan WhatsApp. Dok Istimewa


Panaragan (Lampost.co) -- Seorang Kepala Madrasah Ibtidaiyah Swasta (MIS) di Kecamatan Pagardewa, Kabupaten Tulangbawang Barat (Tubaba) mengaku menjadi korban pemerasan dan pengancaman oknum wartawan.


Kepala MIS Amanah 1, Tiyuh Bujung Sarimarga, Kecamatan Pagardewa, Imam Asrofi mengaku telah diperlakukan tidak nyaman oleh oknum yang mengeklaim sebagai wartawan dalam sepekan terakhir. 

"Oknum itu mengaku wartawan dan bilang tidak bermaksud memeras, tetapi kok saya diminta untuk menyerahkan uang Rp1,2 juta. Sebelumnya juga sudah kami beri Rp300 ribu. Dia mengancam akan memberitakan hal buruk tentang saya dan sekolah ini melalui medianya," kata dia, Senin, 16 Mei 2022.

Baca: Polisi Identifikasi Dua Oknum Wartawan yang Memeras Ketua Gapoktan di Lampura

 

Imam menjelaskan, intimidasi pertama kali terjadi pada, Kamis, 12 Mei 2022. Menurutnya, tiba-tiba seseorang yang mengaku wartawan mendatangi sekolahnya di jam pelajaran dengan maksud dan tujuan belum diketahui.

"Pada saat saya masih di belakang (sumur), tiba tiba ada yang mengambil foto saya dan mengancam akan menyebarluaskan foto itu menjadi berita bahwa saya telah bersembunyi saat akan dikonfirmasi oknum tersebut," kata dia.

Atas peristiwa yang dialaminya tersebut, Imam meminta kepada pihak berwajib untuk menertibkan para oknum tersebut demi kelancaran kegiatan belajar mengajar di sekolahnya.

"Jika harus lapor polisi, kami siap kok. Bukti chat semuanya ada. Harapan kami, hal ini tidak terjadi di sekolah lainnya," pungkasnya. 

EDITOR

Sobih AW Adnan


loading...



Komentar


Berita Terkait