#pakaian#adat#lampung

Kepala Disparekraf Imbau Perajin Pacu Promosi Budaya Lampung 

Kepala Disparekraf Imbau Perajin Pacu Promosi Budaya Lampung 
Ketua Dekranasda Provinsi Lampung Riana Sari Arinal saat menunjukkan kain tapis hasil karya perajin Lampung. Dok Dekranasda Lampung 


Bandar Lampung (Lampost.co) -- Budaya dan kearifan lokal Provinsi Lampung menjadi sorotan dan pembicaraan oleh semua pihak setelah pakaian adat Lampung Pepadun dipakai oleh Presiden Joko Widodo saat menjadi Inspektur Upacara (Irup) dalam Upacara Peringatan Detik-Detik Proklamasi Kemerdekaan ke-76 RI, di Istana Merdeka, Jakarta, Selasa, 17 Agustus 2021. Momen tersebut disikapi positif bagi pelaku industri kreatif dan para perajin yang ada di Bumi Ruwai Jurai. Mereka terus bersemangat untuk bangkit dan aktif menghasilkan produk karya-karyanya yang memiliki nilai jual meski ditengah pandemi covid-19.

Kepala Dinas Pariwisata dan Ekonomi Kreatif (Disparekraf) Provinsi Lampung, Edarwan mengatakan bahwa suatu kebanggaan orang nomor 1 di Indonesia mengenakan baju adat Lampung. Tidak hanya Presiden Joko Widodo yang mengenakannya, bahkan Ketua MPR RI Bambang Soesatyo dan Menteri BUMN RI Erick Thohir juga mengenakan pakaian adat Lampung.

"Alhamdulillah Pak Jokowi berkenan menggunakan pakaian adat kebesaran raja/pimpinan adat Lampung. Konsekuensinya akan berpengaruh dampak positif kepada ekonomi kreatif di Lampung," katanya di ruang kerja, Rabu, 18 Agustus 2021.

Edarwan menceritakan banyak yang bertanya kepadanya mengenai pakaian adat Lampung yang dikenakan oleh presiden. Ia juga ditanya geliat pelaku industri dan perajin di Lampung. Edarwan menjelaskan karya tersebut merupakan hasil dari perajin ekonomi kreatif di Lampung yakni Cecep Tailor, Jl Ikan Hiu 5, Kelurahan Pesawahan, Kecamatan Telukbetung Selatan, Bandar Lampung.

"Ke depan geliat ekonomi kreatif akan terus dipacu. Meskipun pandemi covid-19 sangat berdampak, tetapi promosi produk-produk unggul terus dilakukan melalui online dan kegiatan promosi lainnya," ujarnya. 

Selain itu, pihaknya gencar meyakinkan wisatawan bahwa Lampung mempunyai budaya, kesenian, dan kearifan lokal yang luar biasa indahnya. Namun, masa pandemi covid-19 dan PPKM ini harus bisa dimaklumi untuk tetap menerapkan protokol kesehatan pencegahan covid-19 yang melekat dalam menjalankan aktivitas sehari-harinya.

"Pelaku usaha kami dorong untuk terus berkarya dan memanfaatkan media sosial atau platform digital secara online dalam pemasarannya. Pembinaannya juga terus dilakukan. Ada ribuan pelaku industri kreatif dan dirangkul oleh Dekranasda Lampung," katanya. 

 

EDITOR

Wandi Barboy


loading...



Komentar


Berita Terkait