koronacoronavirus

Kepala Daerah Diminta Beri Sanksi Pelanggar Protokol Kesehatan

( kata)
Kepala Daerah Diminta Beri Sanksi Pelanggar Protokol Kesehatan
Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa di Istana Kepresidenan Bogor, Jawa Barat. Medcom.id Nur Azizah

BOGOR (Lampost.co) -- Presiden Joko Widodo menginstruksikan kepala daerah menerapkan sanksi bagi pelanggar protokol kesehatan. Pemberian sanksi ini untuk mendisiplinkan masyarakat dalam menerapkan jaga jarak, cuci tangan, dan pakai masker.

"Pak Presiden memberikan arahan untuk menegakkan disiplin, memang seyogianya ya ada sanksi apa itu denda maupun administrasi," kata Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa di Istana Kepresidenan, Bogor, Jawa Barat, Rabu, 15 Juli 2020.

Namun, peningkatan kedisiplinan harus diiringi pergerakan roda ekonomi masyarakat. Seperti arahan Presiden soal rem dan gas yang harus seimbang.

"Jadi, kapan direm, kapan digas. Kepala daerah harus bisa melakukan deteksi secara kontinu," ujarnya.

Sebelumnya, Gubernur Jawa Barat Ridwan Kamil mendapat restu dari Presiden untuk memberi sanksi bagi pelanggar protokol kesehatan. Pemprov Jawa Barat akan menerapkan sanksi denda Rp100 hingga Rp150 ribu bagi siapa pun yang tak mematuhi protokol kesehatan.

"Kita diapresiasi Presiden karena duluan berinisiatif mewacanakan sanksi. Nah Presiden sedang siapkan namanya Instruksi Presiden (Inpres) sebagai penguatan dasar hukum untuk sanksi," kata Emil panggilan akrabnya.

Emil berharap Inpres itu keluar pekan ini. Dia berencana menerapkan sanksi tersebut pada 27 Juli 2020.

"Di Jabar akan diterapkan denda tidak pakai masker di ruang publik, kecuali pidato, kecuali makan, dll, itu di tanggal 27 Juli," ujar Emil.

EDITOR

Winarko

loading...

Berita Terkait

Komentar