#beritalampung#beritalampungterkini#pthutamakarya#jalantol#jtts

Kendaraan ODOL yang Masuk Lewat GT Lematang akan Diputar Balik

Kendaraan ODOL yang Masuk Lewat GT Lematang akan Diputar Balik
Kendaraan bermuatan lebih atau over dimension and overload (ODOL) tidak boleh masuk Jalan Tol Trans-Sumatra (JTTS). Tampak kendaraan dengan muatan melebih kapasitas memutar balik saat akan masuk pintu tol. Dok


Bandar Lampung (Lampost.co) -- PT Hutama Karya (Persero) kembali menggalakkan kampanye keselamatan berkendara terkait kebijakan larangan kendaraan dengan muatan berlebih atau over dimension and overload (ODOL) di ruas Bakauheni—Terbanggibesar (Bakter) sebagai pintu awal masuk dari Jalan Tol Trans-Sumatra (JTTS). Kebijakan kendaraan ODOL ini diterapkan dengan menggunakan teknologi weigh-in-motion (WIM).

Direktur Operasi III Hutama Karya, Koentjoro menjelaskan dengan alat itu seluruh kendaraan yang melintas menuju Gerbang Tol (GT) Lematang secara otomatis tertimbang muatan sehingga pada saat proses tapping sudah terdeteksi hasilnya. “Petugas akan mendatangi kendaraan yang overload dan tidak memperbolehkan masuk tol atau memutarbalikkan,” katanya, Senin, 3 Oktober 2022.

Baca juga: Penyaluran BLT BBM di Lampung Sudah Menyentuh 98,65 Persen

Dia mengatakan kebijakan ini digalakkan kembali menuju zero ODOL 2023 serta mengurangi jumlah kendaraan ODOL yang melintas. Sejak penerapan WIM pada 2019, tercatat kurang lebih 40 kendaraan ODOL diputarbalikkan setiap bulannya di ruas Bakter.

“Kendaraan ODOL sangat merugikan banyak pihak dan yang diputarbalikkan rata-rata kendaraan golongan II dan III," ujarnya.

Selain rentan terjadi kecelakaan karena sistem rem yang tidak maksimal dan memiliki blind spot yang besar, kendaraan ODOL juga dapat merusak perkerasan jalan. "Sehingga kami galakkan terus edukasi terkait ODOL ini agar kualitas jalan tol terjaga demi keamanan dan kenyamanan pengguna jalan tol," kaptanya.

Hutama Karya juga bekerja sama dengan Dinas Perhubungan daerah untuk merazia kendaraan ODOL di seluruh ruas tol yang dikelola yang belum dipasang alat WIM. “Razia Kendaraan ODOL dilakukan berkala di ruas-ruas lainnya, seperti bulan lalu di Jalan Tol Terbanggi Besar—Pematangpanggang—Kayuagung (Terpeka) dan Jalan Tol Pekanbaru—Dumai (Permai). Ke depan rencananya juga akan dipasangkan alat WIM di ruas-ruas lainnya, seperti Jalan Tol Pekanbaru—Dumai yang sudah direncanakan pemasangannya," ujarnya.

Dia menambahkan terkait razia kendaraan ODOL ini, pihaknya akan terus bekerja sama dengan Dinas Perhubungan dan instansi terkait, termasuk aparat penegak hukum agar terus menciptakan jalan tol dengan zero ODOL.

EDITOR

Muharram Candra Lugina


loading...



Komentar


Berita Terkait