#tollampung#jtts#etle#tol

Kendaraan Melebihi 100 Km/Jam di Tol Lampung akan Ditilang

Kendaraan Melebihi 100 Km/Jam di Tol Lampung akan Ditilang
Polda Lampung meninjau penerapan Electronic Traffic Law Enforcement (ETLE) di Jalan Tol Trans Sumatera di Kantor PT Hutama Karya (Persero), Kamis, 3 Maret 2022. (Foto: Dok Ditlantas Polda Lampung)


Bandar Lampung (Lampost.co )-- Direktorat Lalulintas (Ditlantas) Polda Lampung menjalin kerja sama dengan PT Hutama Karya (Persero). Dalam kerja sama itu, polisi akan menilang otomatis pengendara yang melebihi batas kecepatan 100 km/jam.

Wakil Direktur Lalu Lintas (Wadirlantas) Polda Lampung AKBP Muhammad Ali mengatakan kerja sama yang dilakukan polisi dan pengelola jalan tol untuk memberlakukan Electronic Traffic Law Enforcement (ETLE) di Jalan Tol Trans Sumatera.

"Terutama untuk pemberlakuan sistem tilang elektronik di jalan tol bertujuan menambah kesadaran pengguna jalan agar lebih berhati-hati," kata Ali, dalam keterangan tertulis, Kamis, 3 Maret 2022.

Dia menjelaskan untuk mekanisme penerapan ETLE di Jalan Tol Trans Sumatera ini, para pelanggar yang melebihi batas kecepatan 100 km/jam akan terpantau dan tertangkap di 2 kamera CCTV yang terpasang dan langsung terdeteksi di komputer.

"Setelah itu akan tercetak otomatis jenis pelanggarannya apa, lalu akan didapat alamat kendaraan yang terdata,"ujarnya.

Data terintegrasi sistem ETLE, dengan bukti pelanggaran akan dikirim sesuai alamat dengan menggunakan via kantor pos. Namun, jika pengemudi yang ditilang melampaui batas kecepatan bukanlah pemilik kendaraan, Ali menjelaskan bahwa pemilik memiliki batas waktu hingga 7 hari untuk konfirmasi lebih lanjut. 

"Apabila kendaraannya dipinjam orang lain, nanti akan dikonfirmasi bahwa kendaraan tersebut sedang dipinjam. Setelah itu pelanggar dapat membayar denda tilang ke bank tersebut," kata Ali.

Menurutnya, jika pelanggar tidak membayar denda tilang, maka pemilik kendaraan tidak dapat memperpanjang surat-surat kepemilikan kendaraan seperti surat tanda nomor kendaraan (STNK).

Baca juga: Tol Lampung Resmi Dipasang Kamera Tilang Elektronik

Sementara itu, Executive Vice President Divisi Operasi & Pemeliharaan Jalan Tol (OPT) Hutama Karya, Dwi Aryono Bayuaji, mengatakan Hutama Karya menjadi Badan Usaha Jalan Tol (BUJT) pertama yang menerapkan sistem tilang elektronik di Jalan Tol Trans Sumatera. 

Dari hasil evaluasi manajemen, salah satu faktor tertinggi kecelakaan disebabkan akibat kelelahan atau mengantuk dan kecepatan berkendara yang melebihi batas maksimum atau ngebut.
 
"Kami telah merampungkan sistem ETLE tersebut 100 persen sejak tanggal akhir Desember 2021. Kami baru memasang 2 kamera CCTV di sepanjang Jalan Tol Trans Sumatera untuk memantau batas kecepatan kendaraan," ujar Dwi.

Dia menambahkan sebelum diluncurkan sistem ETLE, Hutama Karya sudah melakukan beragam sosialisasi terkait kecepatan berkendara dari berbagai sisi. 

"Setahun kemarin Hutama Karya telah menginisiasi Operasi Microsleep yang berhasil menurunkan faktor kecelakaan akibat mengantuk hingga 50 persen. Maka, kami berharap adanya sistem ETLE perdana di jalan tol Indonesia ini dapat menurunkan kecelakaan akibat melanggar batas kecepatan," kata Dwi. 

EDITOR

Wandi Barboy

loading...




Komentar


Berita Terkait