operasiketupat

8 Hari Operasi Ketupat Kendaraan Masuk Lampung Capai 9.241 Unit

( kata)
8 Hari Operasi Ketupat Kendaraan Masuk Lampung Capai 9.241 Unit
Foto ilustrasi.Dok Lampost.co

Bandar Lampung (Lampost.co) -- Operasi Ketupat Krakatau 2020 yang digelar Polda Lampung dan polres jajaran beserta stakeholder terkait berbeda dengan sebelumnya terkait dengan pandemi covid-19. Kali ini, operasi juga memyasar terkait larangan mudik.

"Operasi Ketupat Krakatau 2020 berbeda dengan tahun sebelumnya karena saat ini kegiatan dilaksanakan di masa pandemi covid-19 dan pemerintah melarang masyarakat untuk mudik sebagai upaya pencegahan penyebaran virus korona," kata Kabid Humas Polda Lampung Kombes Zahwani Pandra Arsyad, Senin, 4 Mei 2020.

Menyikapi hal tersebut, Polda Lampung dan polres jajaran menggelar pos penyekatan dan pos check point di 7 titik, yakni pos Bakauheni Polres Lampung Selatan, pos Bandar Bakaujaya Polres Lampung Selatan, pos Agungbatin Polres Mesuji, pos Way Tuba Polres Way Kanan, pos Pelabuhan Panjang Polresta Bandar Lampung, pos Sukau Polres Lampung Barat, dan pos Krui Polres Lampung Barat. Di pos-pos tersebut dilakukan pemeriksaan terhadap kendaraan pemudik, baik kendaraan pribadi ataupun kendaraan umum sebagai wujud dukungan Polri atas adanya kebijakan pemerintah.

Berita terkait: Kendaraan dari Luar Bandar Lampung Dipasang Stiker

Hasil analisi dan evaluasi (anev) sepanjang 8 hari pelaksanaan operasi dari 24 April 2020 hingga 1 Mei 2020, total kendaraan masuk 9.241 unit (1.265 roda dua, 7.469 roda empat, 507 bus). Kendaraan keluar 6.737 unit (891 roda dua, 5.648 roda empat, 198 bus). Kendaraan putar balik 501 unit (80 roda dua, 342 roda empat, 79 bus). Jumlah itu berdasarkan data dari tujuh pos yang tersebar di seluruh Lampung.

Perician kendaraan keluar masuk pada jalur arteri:
1. Pos Bakauheni Polres Lampung Selatan 8.247 kendaraan masuk dengan perincian 898 roda dua, 6.934 roda empat, dan 415 bus. Sedangkan kendaraan yang keluar 5.761 unit dengan prrincian 486 roda dua, 5.129 roda empat, dan 146 bus. Kemudian 364 kendaraan putar balik dengan perincian 30 roda dua, 278 roda empat, dan 56 bus.

2. Pos Bandar Bakaujaya Polres Lampung Selatan Nihil.

3. Pos Agungbatin Polres Mesuji ada 356 kendaraan masuk dengan perincian 115 roda dua, 181 roda empat, dan 61 bus. Kemudian 388 kendaraan keluar dengan perincian 146 roda dua, 193 roda empat, dan 49 bus. Ada 8 kendaraan putar balik dengan perincian 6 roda empat dan 2 bus.

4. Pos Way Tuba Polres Way Kanan ada 180 kendaraan masuk dengan perincian 81 roda dua, 79 roda empat, dan 20 bus. Kemudian 116 kendaraan keluar dengan perincian 77 roda dua, 36 roda empat, dan 3 bus. Ada 127 kendaraan putar balik dengan perincian 50 roda dua, 57 roda empat dan 20 bus.

5. Pos Pelabuhan Panjang Polresta Bandar Lampung kendaraan masuk 10 bus dan kendaraan keluar 4 roda empat.

6. Pos Sukau Polres Lampung Barat kendaraan yang masuk 200 unit dengan perincian 106 roda dua, 93 roda empat, dan 1 bus. Kemudian 185 kendaraan keluar dengan perincian 97 roda dua, 88 roda empat, dan 2 kendaraan putar balik dengan perincian 1 roda empat dan 1 bus.

7. Pos Krui Polres Lampung Barat kendaraan masuk 247 unit dengan perincian 65 roda dua, 182 empat. Kemudian 283 kendaraan keluar dengan perincian 85 roda dua, 198 roda empat. Dua kendaraan putar balik.

Selain itu, berdasarkan hasil anev penyekatan kendaraan total ada 499 kendaraan (80 sepeda motor, 342 kendaraan pribadi, 78 kendaraan umum). Berikut perician penyekatan kendaraan:

1. Pos Bakauheni Polres Lampung Selatan 364 kendaraan dengan rincian 30 sepeda motor, 278 kendaraan pribadi, dan 56 kendaraan umum.

2. Pos Bandar Bakaujaya Polres Lampung Selatan nihil.

3. Pos Agungbatin Polres Mesuji 8 kendaraan dengan perincian 6 kendaraan pribadi dan 2 kendaraan umum.

4. Pos Way Tuba Polres Way Kanan 127 kendaraan dengan prrincian 50 sepeda motor, 57 kendaraan pribadi, dan 20 kendaraan umum.

5. Pos Pelabuhan Panjang Polresta Bandar Lampung nihil.

6. Pos Sukau Polres Lampung Barat 2 kendaraan dengan perincian 2 kendaraan pribadi dan 2 kendaraan umum.

7. Pos Krui Polres Lampung Barat nihil.

Sementara itu, delapan hari pelaksanaan Operasi Ketupat Krakatau 2020 sejak 24 April 2020 hingga 1 Mei 2020 terjadi 1.470 pelanggaran. Jumlah pelanggaran tersebut terdiri dari 30 tilang dan 1.440 teguran.

Sementara angka kecelakaan lalu lintas 17 kejadian dengan korban meninggal dunia 5 orang, luka berat 9 orang, dan luka ringan 7 orang. Jumlah kerugian material Rp38,6 juta.

Menurut Pandra, Operasi Ketupat Krakatau 2020 yang digelar Polda Lampung dan polres jajaran didukung stakeholder terkait dilaksanakan 37 hari dimulai dari 24 April 2020 s.d. 30 Mei 2020. Operasi Ketupat Krakatau mengedepankan giat penegakan hukum yang didukung deteksi, preventif, dan giat bantuan operasi.

"Kegiatan tersebut bertujuan memberikan perlindungan, pengayoman, dan pelayanan kepada masyarakat serta mendukung program pemerintah dalam rangka mengantisipasi pelanggaran mudik untuk mencegah penyebaran wabah virus covid-19 sehingga masyarakat dapat merayakan Hari Raya Idulfitri 1441 H dengan rasa aman dan nyaman," katanya.

Dia menambahkan untuk giat pendidikan masyarakat lalu lintas (dikmas lantas) tercatat 1.696 kali melakukan kegiatan preemtif dengan memberikan pembinaan dan penyuluhan/penerangan kepada masyarakat melalui media cetak dengan 18 giat, melalui media elektronik 139 giat, dan melalui media sosial 442 giat. "Selain itu tempat rawan laka dan langgar 166 giat, serta melakukan penyebaran/pemasangan 149 spanduk, 490 leaflet, dan 329 stiker," katanya.

Selain giat preemtif, upaya preventif pun dilakukan 13.342 giat kepolisian dengan perincian 7.472 giat pengaturan, 2.002 giat penjagaan, 22 giat pengawalan, dan 3.898 giat patroli.

EDITOR

Muharram Candra Lugina

loading...

Berita Terkait

Komentar