Covid-19

Kendaraan dari Pulau Jawa Dominasi Masuk Bandar Lampung

Kendaraan dari Pulau Jawa Dominasi Masuk Bandar Lampung
Wali Kota Bandar Lampung Herman HN, saat mengawasi kendaraan masuk di pos pengawasan Kecamatan Rajabasa, Jumat, 25 Desember 2020. (Dok. Humas Pemkot Bandar Lampung)


Bandar Lampung (Lampost.co) -- Nomor plat kendaraan berasal dari Pulau Jawa mendominasi masuk ke dalam wilayah Kota Bandar Lampung. 

Hal tersebut dikatakan Wali Kota Bandar Lampung Herman HN yang juga ketua Satuan Tugas (Satgas) Penanganan Covid-19 di Kota Bandar Lampung. 

Menurutnya, berdasarkan pengawasan di posko perbatasan dan pintu masuk Satgas Penanganan Covid-19, sejak tanggal 23 Desember 2020, bagi yang ingin masuk wilayah kota tapis berseri harus menunjukkan surat hasil pemeriksaan rapid tes antigen. 

"Sejak tanggal 23 Desember diadakan pemeriksaan di pintu masuk kota, semua kendaraan harus menunjukkan surat hasil rapid test-nya, kalau tidak ada surat kami suruh putar balik," ujar Herman HN, saat berada di pos pintu masuk, Kecamatan Rajabasa, Jumat, 25 Desember 2020. 

Ini dilakukan oleh Pemkot Bandar Lampung berdasarkan instruksi Pemerintah Pusat, bahwa setiap masyarakat harus memiliki surat hasil tes cepat. "Agar masyarakat Bandar Lampung sehat yang datang juga sehat, ini berdasarkan instruksi pusat, keluar-masuk daerah harus ada surat rapid test-nya," kata dia. 

Diperkirakan terjadi peningkatan kendaraan masuk ke dalam wilayah kota sampai 3 Januari 2021. Sehingga pengawasan yang dilakukan oleh Satgas Covid-19 diberlakukan hingga 4 Januari.  

"Yang banyak masuk kendaraan plat BG, dari Jambi, plat B, A dan D umumnya paling banyak masuk dari Jawa," ujarnya.  

Satgas Covid-19 Kota Bandar Lampung mengimbau kepada warga tidak dianjurkan merayakan pergantian tahun. Dan imbauan ini telah diteruskan sampai ke tingkat kelurahan melalui linmas. 

"Saya mengimbau Natal dan tahun baru ini di rumah saja agar menjaga kesehatan diri dan keluarga, saya yakin jika patuh prokes 3M ke depan lebih sehat lagi," kata Herman HN. 

 

EDITOR

Ricky Marly

loading...




Komentar


Berita Terkait